Masker Dobel Cegah COVID-19, dr Tirta: Ke Warung Depan Pakai Biasa Aja

·Bacaan 1 menit

VIVA – Di tengah jumlah kasus COVID-19 yang makin melonjak, masyarakat di Indonesia dianjurkan untuk menggunakan masker berlapis. Terutama untuk mereka yang sering melakukan aktivitas di luar rumah. Mengenai anjuran penggunaan masker berlapis ini, dr Tirta turut memberikan saran.

Lewat podcastnya, Deddy Corbuzier sempat bertanya terkait pemberitaan di media yang mengungkapkan bahwa untuk mencegah penularan COVID-19 varian baru, masyarakat dianjurkan untuk menggunakan masker tiga lapis atau dobel. Deddy pun meminta tanggapan dr Tirta terkait hal ini.

Dijelaskan dr Tirta, penggunaan masker tiga lapis hanya judul di media. Namun dia menyarankan, penggunaan masker berlapis bisa diterapkan tergantung di mana dan bagaimana kondisi lingkungan tempat beraktivitas.

"Jadi masker itu, ceritanya namanya judul di media, kalau kita sesama orang awam, kalau lingkungan gak terlau ramai, tidak berisiko berat, masih bisa pakai masker kain dua lapis dan masker medis masih bisa," katanya.

Tapi, lanjut dr Tirta, yang berpotensi untuk menggunakan masker dobel adalah para tenaga medis dengan kondisi lingkungan kerja yang memang bisa menimbulkan risiko tinggi tertular COVID-19. Selain tenaga medis, mereka yang bekerja di bidang pelayanan publik, pelayanan ktp hingga mereka yang bekerja di kantor, juga dianjurkan untuk menggunakan masker berlapis atau dobel.

"Kalau lu pake masker doang kemungkinan perlindungannya droplet tembus 55-65 persen, kemungkinan besar efektif kalau lu kegiatannya tidak di red zone. Misalnya saat WFH, kantor yang isinya cuma 10 orang. Tapi kalau ke tempat ramai pelayanan publik, ke tempat pelayanan kesehatan, itu harus dobel. Lu harus pakai masker medis didobelin sama kain. Kalau N-95 itu untuk tenaga medis, kalau punya gapapa," kata dr Tirta.

dr Tirta menegaskan, jika memang sering berada di tempat yang berisiko menjadi tempat penularan, akan lebih baik menggunakan masker dobel. "Kalau sering ke RS mending dobel. Kalau cuma ke warung depan lu pake biasa aja."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel