Masker Kulinara Karya Unik Didiet Maulana, Wujud Apresiasi SASA untuk Para Nakes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Tenaga kesehatan sebagai garda depan penanganan COVID-19 mengemban peran berat selama pandemi. Menurut laporan Kemenaker yang disampaikan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah di acara webinar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) awal Agustus lalu, nakes termasuk kelompok paling tinggi yang terpapar COVID-19. 1.400 di antara nakes yang terpapar meninggal dunia.

Untuk menciptakan rasa optimis dan semangat para tenaga kesehatan, PT Inti Sasa (Sasa) berkolaborasi dengan desainer kondang, Didiet Maulana mempersembahkan masker yang dinamakan KULINARA. KULINARA yang merupakan singkatan dari Kuliner Nusantara merupakan masker kain yang bisa digunakan sebagai pelapis masker medis sebagai proteksi penuh selama pandemi.

“Kami mempersembahkan KULINARA sebagai salah bentuk apresiasi kami pada para nakes - dokter, perawat, bidan, petugas rumah sakit, serta relawan. Harapan kami, selain, KULINARA dapat menjadi bagian dalam pelaksanaan prokes dimana salah satunya adalah memakai Masker, KULINARA juga diharapkan bisa menyemangati para tenaga medis dan relawan tersebut, sehingga mereka terus optimis bahwa perjuangan mereka akan menyelamatkan banyak orang.” jelas Marketing Director PT. Sasa, Fenny Kusnaidy, Kamis(26/08/2021).

Rasa sebagai pengingat kehangatan

masker KULINARA (sumber: Sasa)
masker KULINARA (sumber: Sasa)

KULINARA merupakan singkatan dari Kuliner Nusantara. Menurut Didiet Maulana selaku perancang desainnya, motif KULINARA dibuat sebagai pengingat bahwa di saat seperti ini, makanan menjadi salah satu arti kebahagiaan dan memiliki arti tersendiri bagi setiap orang.

KULINARA hadir dengan warna, motif dan cerita yang menggambarkan betapa banyak ragam budaya rasa Indonesia dengan satu tema yang sama yaitu kehangatan dan kebahagiaan.

“Kolaborasi dengan Sasa ini bisa tercipta karena kami berdua menjalani visi yang sama yakni sama-sama berkreasi untuk rasa. Sasa berkreasi menciptakan rasa masakan dan membawa kekuatan citarasa lokal. Demikian pula saya yang memiliki visi untuk menciptakan desain bercorak Indonesia untuk menumbuhkan rasa bangga akan negeri ini”, terang Didiet.

Dirancang langsung oleh Didiet Maulana

Didiet Maulana perancang masker KULINARA (sumber: Sasa)
Didiet Maulana perancang masker KULINARA (sumber: Sasa)

Didiet mengaku proses pembuatan masker ini berlangsung cukup singkat. Diawali dengan proses brainstorm dengan tim Sasa untuk desain KULINARA, kemudian masuk ke proses produksi yang ternyata memakan waktu cukup lama karena semua tim yang terlibat dalam pembuatan masker ini berusaha berusaha bekerja dengan mentaati peraturan prokes.

Sebagai desainer yang telah malang melintang di dunia desain, bagi Didiet tetap saja ada hal yang menantang dalam proses mendesain KULINARA.

“Bagian paling menantang dalam proses Kulinara adalah saat mendesain, kita harus berpikir ke depan. Bagaimana desain yang dibuat itu benar-benar bisa mendukung manusia pemakainya." cerita Didiet.

KULINARA memang bukanlah masker medis. Namun, ia bisa tetap mendukung para nakes dalam keseharian mereka. Masker ini bisa membantu aktivitas mereka saat di jalan atau di luar area ruang kesehatan.

"Jadi hal ini harus bisa menjadi sesuatu yang dibanggakan,secara desain harus unik dan berbeda dari biasanya.” tutup Didiet.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel