Massa Ansor Jombang Tuntut Sutan Dicopot

Jombang (ANTARA) - Massa dari Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu, berunjuk rasa menuntut agar Ketua Departemen ESDM Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana dicopot dari jabatannya.

Ratusan orang itu menuntut Sutan dicopot dari posisi sebagai kader partai dan anggota DPR terkait pernyataanya tentang mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lengser dari kursi kepresidenan akibat kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate.

Pembina GP Ansor Jombang Munir meminta Sutan untuk minta maaf atas pernyataan yang melukai keluarga besar NU tersebut. Pihaknya juga meminta DPD Partai Demokrat Jombang mengusulkan agar Sutan dipecat.

"Kami mendesak agar permintaan maaf itu dimuat di media massa. Kami juga mendesak agar Sutan dicopot dari jabatannya," kata Munir saat berunjuk rasa di kantor DPD Partai Demokrat Kabupaten Jombang.

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Jombang Muhyidin mengatakan ia dengan rekan-rekannya memang sengaja datang ke kantor Partai Demokrat Kabupaten Jombang.

Pihaknya ingin menyampaikan aspirasi tentang sikap Sutan yang dinilai melukai warga nahdliyin akibat pernyataan tentang lengsernya Gus Dur yang dituding melakukan korupsi.

Massa melakukan konvoi di sepanjang jalan dari lokasi pondok ke kantor DPD Partai Demokrat Kabupaten Jombang. Mereka melakukan orasi meminta agar Sutan dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Departemen ESDM DPP Partai Demokrat.

Dalam aksi itu, massa dengan pengurus partai sempat terlibat adu mulut saat di kantor DPD Partai Demokrat. Bahkan, massa sempat akan menduduki kantor, hingga akhirnya para pengurus partai menyanggupi akan mengirimkan usulan tentang permintaan partai, yaitu mengajukan pemecatan Sutan.

"Kami atas nama Partai Demokrat meminta maaf atas pernyataan Sutan Bhatoegana. Kami juga mengusulkan kepada DPP agar yang bersangkutan dipecat dari keanggotaan partai," kata Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Jombang, Gangsar Raharjo beserta sekretarisnya, Abdul Qodir.

Massa akhirnya meninggalkan kantor setelah adanya kesepakatan tersebut. Massa membubarkan diri dengan disertai gema takbir dan shalawat yang mengalun keras.

Sebelumnya, dalam sebuah acara "talk show" di sebuah televisi bersama mantan Juru Bicara Gus Dur, Adhie Masardi, Sutan menyebutkan, Gus Dur semasa menjadi Presiden pernah tersandung masalah hukum, yakni "Buloggate dan Brunaigate" sehingga lengser.

Atas pernyataannya itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bahkan sempat akan melayangkan somasi terhadap Partai Demokrat terkait pernyataan Soetan Bathoegana, yang dinilai melecehkan Gus Dur, tokoh kebanggaan NU itu.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, mohon maaf atas pernyataan Sutan Bhatoegana terkait "pelengseran" KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari kursi kepresidenan.

Anas mengajak agar setiap orang memegang etika dasar kepada para pemimpin, baik pada para pemimpin yang sedang memegang amanah dan kepada para mantan pemimpin. Mereka layak menghormati dan memuliakannya.

Namun, sejumlah kalangan meminta Sutan yang langsung meminta maaf secara terbuka atas sikapnya yang dinilai melukai umat. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.