Massa bakar kantor camat dan mobil polisi di Tapanuli Selatan

Amuk massa terjadi di Tapanuli Selatan, Sumut. Ribuan warga memblokir jalan dan membakar Kantor Camat Batang Toru dan mobil patroli polisi.

Aksi anarki ini terjadi menyusul protes warga terhadap pemasangan pipa limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batang Toru. Hal ini karena selama ini warga banyak bergantung dengan kelestarian sungai itu.

Pemasangan pipa dikabarkan berlangsung sejak kemarin. Ratusan personel kepolisian dan TNI dikabarkan melakukan pengawalan, sehingga sempat terjadi bentrok antara warga dan petugas.

Pemasangan pipa ini diakui Katarina Siburian Hardono, Communications Manager G-Resources. Dalam siaran persnya yang diterima wartawan, dia menyatakan Tambang Emas Martabe memang memulai kembali pemasangan pipa air.

Sebelumnya, pada awal dan akhir September 2012, pemasangan pipa air sepanjang 2,7 km ke sungai Batang Toru ini terpaksa ditunda karena perusahaan membutuhkan waktu untuk sosialisasi.

Informasi dihimpun, ribuan massa dikabarkan masih melakukan pemblokiran jalan. Sementara itu, 3 unit truk berisi personel TNI bersama 1 panser tiba di lokasi kejadian. Gas air mata juga ditembakkan.

Namun massa masih terkonsentrasi di sana. Mereka menolak membubarkan diri sebelum ada kepastian dari pemerintah untuk mencabut pemasangan pipa limbah itu.

Kuasa Hukum warga Batang Toru Ali Sumurung mengatakan, warga kecewa terhadap sikap pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan tersebut untuk membuang limbahnya ke sungai. "Warga kecewa karena pemerintah berpihak kepada perusahaan dan polisi juga diduga ikut membekingi," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Tapsel Fraksi Partai Demokrat, Darwis Sitompul, juga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang hanya diam dan tidak berpihak kepada masyarakat. "Seharusnya pemerintah justru memberikan air bersih dan lainnya kepada warga. Pembuangan limbah ke sungai Batang Toru akan mencemari sungai tersebut," sebutnya.

Menurut Darwis, Dewan sudah berulang kali mempertanyakan persoalan ini kepada pemerintah. "Dewan selalu dicueki, dan saya minta pemasangan dihentikan sementara," pintanya.

Sumber:
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.