Massa berkumpul di sekitar DPP PKS, KPK batal sita mobil LuthfI

MERDEKA.COM. KPK menangguhkan penyitaan terhadap lima mobil, diduga hasil pencucian uang mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di lokasi penyegelan itu sudah berkumpul banyak orang, sehingga penyitaan ditunda sementara.

"Barusan saya dapat pesan singkat dari tim di lapangan, di sana (DPP PKS) telah berkumpul banyak orang. Karena itu sementara ini KPK tidak melakukan upaya untuk membawa mobil itu, demi menghindari hal-hal tidak diinginkan," kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/5).

Namun, Johan membantah kumpulan massa itu berasal dari kader PKS. Menurut informasi tim, dia mengaku tidak bisa mengidentifikasi dari mana kumpulan itu berasal.

"Kita belum tahu mereka dari mana, itu bukan dari PKS. Tetapi yang pasti, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan belum akan disita," ujar Johan.

Menurut Johan, dia menegaskan pada akhirnya kelima mobil mewah itu bakal ditarik ke KPK. Tetapi, dia belum memastikan kapan hal itu terlaksana.

"Saya belum tahu sejauh mana nanti. Tentu akan disita atau ditarik ke KPK," lanjut Johan.

Mobil-mobil yang disegel KPK di Kantor DPP PKS antara lain VW Caravelle bernomor polisi B 948 RFS, Mazda CX 9 B 2 RFS, Toyota Fortuner B 544 RFS, Nissan Navara, dan Mitsubishi Pajero Sport. Menurut Johan, mobil Mazda CX 9 adalah milik Luthfi Hasan Ishaaq. Sementara VW Caravelle, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, dan Nissan Navara diatasnamakan orang lain, tapi diduga dibeli oleh Luthfi Hasan Ishaaq.

Baca juga:
Luthfi Hasan beli mobil mewah dari sisa uang ke luar negeri
Mobil Luthfi Hasan Ishaaq disegel KPK
Pengacara Luthfi: KPK seperti berlari dan dikejar waktu

Topik Pilihan:
Ustaz Pesohor | Jokowi ahok | Google Glass | Pernikahan | E-KTP

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.