Massa Demo Tolak BBM Kepung Patung Kuda, Api Suar dan Kepulan Asap Membumbung Tinggi

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa mulai menggeruduk kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka mengepung kawasan Patung Kuda, untuk menggelar demo menolak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pantauan merdeka.com, ratusan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengenakan jaket almamater berwarna merah sambil menyalahkan beberapa suar dan mengibarkannya. Api dari suar dan kepulan asap putih menyelubungi langit di sekitar kawasan Patung Kuda.

Massa juga berjalan sambil membawa bendera berwarna merah dengan bertuliskan IMM yang merupakan simbol organisasi milik IMM serta bendera merah putih.

Massa juga membawa poster-poster yang bertuliskan tanda protes kepada pemerintah kerap ditunjukan selama perjalanan. Salah satunya bertuliskan 'Keadilan jadi barang sukar ketika hukum hanya tegak kepada yang bayar'.

massa demo tolak bbm naik bakar ban di patung kuda
massa demo tolak bbm naik bakar ban di patung kuda

Rahmat Baihaqi

Tak hanya membakar suar, massa juga membakar ban. Hal itu terjadi saat orator tengah berorasi, salah seorang dari pihak mahasiswa tengah membakar ban di hadapan barisan kepolisian.

Mahasiswa itu nampak membawa sebuah ban dan menyiramkan ban tersebut dengan minyak tanah dan langsung membakarnya. Tampak asap hitam langsung menjunjung ke arah langit sebagai tanda protes pada pemerintah.

Sambil diteriaki oleh salah seorang orator, sejumlah massa yang tadinya duduk disekitar separator busway langsung berdiri dengan semangatnya. Beberapa diantaranya turut mengibarkan bendera yang menjadi identitas mereka.

Di titik yang berbeda mahasiswa dari universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ikut membakar ban. Aksi tersebut tak berselang lama dari mahasiswa IMM, pihak UMJ juga ikut membakar ban di tengah-tengah kerumunan massa.

Polisi Kerahkan 8.350 Personel Kawal Demo

Seusai aksi pembakaran tersebut, sesuai dari arahan orator membentuk barisan melingkar yang di tengah-tengahnya ban yang dibakar tersebut.

Polisi sebelumnya mengerahkan 8.350 personel untuk mengawal aksi demonstrasi hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, untuk lalu lintas selama demo berlangsung tidak ditutup.

"Untuk penutupan lalu lintas melihat kondisi di lapangan," kata Zulpan di Jakarta, Jumat (9/9).

Polisi mengapresiasi massa yang telah berkoordinasi terkait aksi unjuk rasa ke kepolisian. Dia juga mengimbau agar masyarakat tertib dalam dalam penyampaian aksinya sesuai undang-undang. [gil]