Massa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Mulai Padati Depan Gedung DPR

Merdeka.com - Merdeka.com - Massa buruh yang akan melaksanakan aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM mulai meramaikan gerbang utama Gedung DPR MPR RI, Jakarta. Mereka membawa atribut dan bendera perserikatan masing-masing.

Pantauan di lokasi Selasa (6/8), Presiden KSPI Said Iqbal tiba paling awal di lokasi, yakni sekitar pukul 10.15 WIB. Dia hadir bersama sejumlah anggota federasi buruh.

Tidak lama setelahnya, menyusul beberapa rombongan kelompok buruh lainnya dengan menggunakan mobil komando. Petugas yang berjaga berupaya menertibkan kedatangan mereka dan mengatur arus lalu lintas Jalan Gatot Subroto, yang sejauh ini belum diberlakukan penutupan jalan.

"Pada hari ini untuk Jabodetabek dipusatkan di DPR RI, konfirmasi sekitar 2 ribu massa akan hadir di DPR RI. Sedangkan di provinsi lain di depan kantor gubernur masing-masing," tutur Said Iqbal di Gedung DPR RI, Jakarta.

Menurut Iqbal, ada tiga isu yang akan diangkat yaitu tolak kenaikan harga BBM, tolak pembahasan Omnibuslaw Undang-Undang Cipta Kerja, dan naiknya Upah Minimum tahun 2023 sebesar 10 persen hingga 13 persen.

Dia menegaskan, massa akan meminta pemerintah membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM. "Kalau Anda tanya sama kami, yang mengorganisir aksi ini adalah Partai Buruh dan organisasi Serikat buruh termasuk KSPI dan juga ORI KBBI kemudian KSBSI, ada juga Serikat Petani Indonesia, Serikat Nelayan, dan juga forum buruh dan tenaga honorer. Aksi ini hanya awalan dan akan terus menerus sampai bulan Desember dan kami akan mempertimbangkan mogok nasional, karena tiga isu ini saling keterkaitan," kata Iqbal.

3.000 Personel Gabungan Disiagakan

Sebanyak 3.000 personel gabungan disiagakan untuk mengawal aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta. "Untuk yang di DPR ini sekitar 3.000 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi, Selasa (6/9).

Komarudin menerangkan, 11 elemen massa akan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Adapun, empat elemen massa terkait penolakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Komarudin menyebut, konsentrasi massa penolakan BBM terpusat di kawasan Gedung DPR/MPR. Sementara, massa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha tidak menyuarakan perihal kenaikan BBM.

"Sementara di Jakpus ada beberapa elemen kalau tidak salah sekitar 11 elemen tapi yang menyuarakan kenaikan BBM hanya 4 elemen. Unras lainnya selebihnya bukan BBM ada soal perumahan dan lain-lain," ujar dia.

Terpisah, Kasat Lantas Wilayah Jakarta Pusat Kompol Purwanta menerangkan, sekitar 2.000 massa akan berkumpul di DPR/MPR. Sedangkan di Patung Kuda Arjuna Wiwaha massa berjumlah 1.000 orang sampai 1.500 orang.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com. [tin]