Massa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Patung Kuda Tutup Aksi dengan Bakar Ban

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) maupun Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) telah meninggalkan lokasi unjuk rasa. Adapun aksi unjuk rasa ditutup dengan pembakaran ban.

Dari pantauan merdeka.com di lokasi, Kamis (8/9) sejumlah mahasiswa sebelum meninggalkan lokasi demo. Pihaknya melakukan aksi bakar ban sebagai tanda protes kepada pihak pemerintah sekaligus tanda berakhirnya unjuk rasa pada hari ini.

Sambil meninggalkan lokasi demo dengan berurutan dan damai. Mobil unjuk rasa pun perlahan mulai mundur meninggalkan lokasi.

Sambil bergerak meninggalkan lokasi demo, dari mobil unjuk rasa sesekali orator masih meneriakkan orasi - orasi yang membakar semangat pengunjuk rasa.

Lebih lanjut dari pihak kepolisian tetap mengawal kepergian mahasiswa tersebut hingga keluar dari kawasan patung kuda. Pihaknya memastikan agar tidak ada tindakan yang memicu aksi anarkis.

Aksi unjuk rasa dari BEM SI dan GNPI menolak kenaikan BBM berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 17.22 WIB. Aparat kepolisian pun menyiapkan pengamanan untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa.

"Aksi terkait BBM di Patung Kuda, Arjuna Wiwaha terus ada 8 titik lainnya yang tidak terkait dengan BBM itu juga harus dijaga," kata Kapolres Jakarta Pusat Komarudin kepada wartawan, Kamis (8/9).

Beberapa mahasiswa melakukan aksi dorong motor mulai dari depan gedung Perpustakaan Nasional menuju ke Istana Negara melalui Jalan Medan Merdeka Barat. Namun, langkah mereka terhenti lantaran ada kawat berduri merintangi jalan di depan Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Aparat kepolisian langsung membuat barikade di belakang kawat berduri. Mereka saling berhadap-hadapan dengan elemen mahasiswa.

Terlihat, massa pada barisan depan membentangkan spanduk bertuliskan "BBM ELIT RAKYAT SULIT". Bendera-bendera dari berbagai satuan universitas juga turut dikibarkan

Sementara itu, orator berorasi menyampaikan tuntutan. Salah satu poin menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kegiatan tersebut berdampak pada arus lalu lintas di kawasan Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Polisi juga menutup arus lalu lintas dari arah Medan Merdeka Barat menuju ke Medan Merdeka Utara atau Istana Kepresidenan, Jakarta. [rhm]