Massa IA Demo di MK, Upaya Tunda Kekalahan

Laporan Wartawan Tribun Timur/ Rudhy

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA -- Halaman Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (15/2/2013) di Jakarta diwarnai aksi demonstrasi oleh puluhan pria berbadan kekar.

Diketahui, puluhan pria berbadan kekar ini merupakan massa "sewaan" pihak pemohon dalam hal ini Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar yang mensengketakan pilgub Sulsel di MK.

Selain pria berbadan kekar yang berseliwerang di halaman MK, turut juga hadir belasan pria yang mengaku mahasiswa dari Jakarta.

Dalam aksinya, mereka menyorot berbagai bentuk dugaan kecurangan pilgub Sulsel 2013 yang diduga dilakukan Gubernur Sulsel terpilih Syahrul Yasin Limpo pada 22 Januari lalu.

"Ada aksi di depan MK. Secara kasat mata mereka bukan orang Sulsel. Tapi apapun itu, saya tegaskan aksi demo itu Adalah ulah mereka sebagai perjuangan untuk menunda kekalahan saja," ujar Juru Bicara pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang), Maqbul Halim melalui rilis yang dikirim ke Tribun, Jumat (15/2/2013).

Dia mengatakan, aksi demo dan orasi di luar MK sama sekali tak ada gunanya. Karena MK memiliki otoritas prosedur sendiri dalam menegakkan keadilan.

"Demo tersebut hanya sia-sia saja. Karena MK memiliki prosedur tersendiri dalam menangani sengketa pilkada," ujar Maqbul kepada Tribun.

Berdasarkan informasi, sidang ketiga sengekata pilgub Sulsel kali kembali digelar dengan agenda masih tetap mendengarkan saksi-saksi dari pihak pemohon. (Rud)

Baca  Juga  :

  • Polisi Jaga Ketat Gereja di Makassar 7 menit lalu
  • Harry Tanoe Akan Garap Proyek Jalan Tol di Ponorogo 11 menit lalu
  • Anak-anak Temukan Mayat di Lahan Kosong 19 menit lalu
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.