Mastel Akan Fokus pada Transformasi Digital di Berbagai Sektor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengurus baru Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) akan fokus pada transformasi digital di berbagai sektor di Indonesia.

Rencananya, industri telekomunikasi akan dibagi kepada tiga sektor utama yakni perangkat, jaringan, dan aplikasi.

Dengan rencana tersebut, berarti Mastel sekaligus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Ketua umum Mastel terpilih periode 2021-2024, Sarwoto Atmosutarmo, mengatakan sektor telematika saat ini sudah menjadi pondasi penting dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagi Mastel, transformasi digital sudah menjadi menu sehari-hari," ungkap Sarwoto dalam keterangan pers, Jumat (9/4/2021).

Ia menambahkan, sejumlah persoalan besar menanti penetrasi digital di Indonesia. Pada bagian infrastruktur misalnya, faktor efektivitas dan efisiensi patut menjadi perhatian utama operator telekomunikasi dalam menggelar investasi jaringan.

"Mastel berpandangan bandwidth internet adalah hak seluruh warga negara sehingga semua pihak wajib berupaya memenuhinya," tambahnya.

Seperti diketahui, keanggotaan Mastel terdiri para praktisi di bidang penyelenggara telekomunikasi seluler, jaringan telekomunikasi, lembaga penyiaran televisi dan radio, fintech, penyelenggara jasa internet, dan cloud computing.

Selain itu, ada pula sektor data center, menara telekomunikasi, internet of things, big data, serta cyber security.

Potensi Besar

Di samping persoalan yang terlihat, Mastel melihat sektor telematika menyimpan potensi besar di berbagai lini. Industri digital terbukti tangguh dalam membantu mengungkit perekonomian nasional di tengah pandemi Covid-19.

Senada, Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate menegaskan pemerintah mendorong transformasi untuk mengejar optimalisasi ekosistem digital.

Empat strategis menjadi prioritas utama yakni infrastruktur, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.

"Transformasi digital akan membuat kita siap menyambut peluang, mendorong produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, pada bidang ekonomi, industri telematika menjadi salah satu sektor yang berhasil tumbuh positif 10,91 persen. Bahkan, angka transaksi digital diprediksi meningkat hingga Rp 1.800 triliun pada 2025.

"Pandemi telah mengubah cara kita bekerja dan bertransaksi sehingga menunjukkan peran krusial telekomunikasi yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Pendekatan Digital

Di sisi lain, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menuturkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif telah menerapkan berbagai pendekatan digital.

Salah satunya inisiatif Portamento, teknologi pencatatan blockchain untuk menjawab persoalan hak cipta di industri musik.

Tidak hanya itu, industri digital juga menjadi bagian penting pengembangan destinasi wisata di Indonesia.

"Kami berharap Mastel bisa menjadi bagian dari transformasi digital dan berperan sebagai jembatan bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor telematika," ujarnya.