Masuk Bursa Capres, Erick Thohir Diminta PAN Genjot Elektabilitas dan Cari Koalisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) tak menampik berkomunikasi intens dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Komunikasi berlangsung lantaran Erick Thohir menjadi salah satu calon presiden diusulkan kader dalam rakernas PAN digelar pada Sabtu (27/8) lalu.

"(Erick Thohir salah satu capres) Kan sudah lama klopan, dan salah satu rekomendasi Rakernas PAN kan Pak Erick Thohir," kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto, Rabu (21/9).

Selain komunikasi yang intens, Yandri mengatakan bahwa Erick Thohir juga tak pernah absen dalam setiap acara digelar PAN. Kendati berkomunikasi intens, belum ada mengarah khusus mengusung Erick Thohir.

Hanya saja dikatakan Yandri, sebagai salah satu bakal capres masuk radar PAN, Erick diminta melakukan safari politik untuk menaikkan elektabilitas.

"Kalau secara khusus mengarah ke sana belum, kan masih panjang. Tapi kalau memberikan kesempatan ke Pak Erick menaikkan elektabilitasnya, untuk menaikkan minat masyarakat ke dia. Kemudian untuk berkomunikasi dengan partai politik yang lain itu sudah kita diskusikan dengan Pak Erick," ujar dia.

Tak hanya menggenjot elektabilitas, PAN juga menyarankan Erick untuk melakukan safari politik ke partai politik lain untuk mencari mitra koalisi.

"Ya karena PAN enggak cukup kalau sendiri. Ya pada saatnya nanti Pak Erick misalkan ya kan PAN enggak cukup kalau sendiri," kata dia.

Erick Thohir Masuk Bursa Capres Hasil Rakernas PAN

Ketua Umum PAN PAN Zulkifli Hasan mengumumkan ada sembilan nama calon presiden dan calon wakil presiden usulan pengurus di daerah. Nama-nama itu dibagi ke dalam tiga klaster.

Pertama, klaster partai politik. Termasuk tiga ketua umum Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Yaitu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

"Koalisi harus punya peran dalam kontestasi mendatang oleh karena itu ketum partai KIB bisa didorong," ujar Zulkifli Hasan saat Rakernas di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/8).

Masih dalam klaster partai politik, muncul usulan Ketua DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Pimpinan dari PDIP, ibu Puan Maharani. Itu dari partai politik," kata Zulhas.

Klaster kedua adalah teknokrat. Diusulkan dalam klaster ini adalah nama Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kedua, unsur teknokrat atau dari menteri kader PAN berbagai daerah melihat sosok menteri BUMN Erick Thohir," kata Zulhas.

Klaster ketiga adalah klaster kepala daerah. Ada empat nama yang diusulkan yaitu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Memang kalau survei-survei, survei-survei tapi kalau survei urutan satu Ganjar nomor dua Anies. Tapi pak presiden (Joko Widodo) bilang walaupun survei tinggi yang ngusung parpol dan gabungan parpol," ujar Zulhas.

Nama Erick Thohir Bersaing dengan Ganjar hingga Anies

Namun, nama-nama ini baru sebatas usulan daerah dan kader PAN. Keputusan yang akan memutuskan siapa calon presiden dan calon wakil presiden dari PAN berada di tangan Ketua Umum Zulkifli Hasan.

"Pada saatnya kita akan memutuskan. Maka itu saudara-saudara percayakan ke ketua umum," ujar Zulhas.

Berikut nama-nama calon presiden dan calon wakil presiden usulan kader PAN:

1. Ketum PAN Zulkifli Hasan
2. Ketum Golkar Airlangga Hartarto
3. Ketum Ketum PPP Suharso Monoarfa
4. Ketua DPP PDIP Puan Maharani
5. Menteri BUMN Erick Thohir
6. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
7. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
8. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
9. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa [gil]