Masuk Fase Pemulangan, Begini Alur Pengangkutan Bagasi Jemaah Haji Indonesia

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyelenggaraan Ibadah Haji 1443 H/2022 sudah memasuki fase kepulangan. Sesuai jadwal, kloter awal kepulangan jemaah haji gelombang pertama yakni pada 15 Juli 2022.

Jemaah gelombang pertama adalah mereka yang sebelumnya tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Pada tanggal 15 Juli nanti, ada enam kloter yang akan dipulangkan ke Tanah Air.

Kasi Pelayanan dan Kepulangan Daerah Kerja Bandara, Edayanti Dasri, menjelaskan alur kepulangan jemaah mulai dari hotel hingga ke bandara. Termasuk koper jemaah yang beratnya sudah ditetapkan yakni maksimal 32 kg.

Menurut Eda, jemaah tidak lagi mengurusi proses check in saat di bandara. Sebab mulai tahun ini, katanya, diberlakukan city check in di mana proses input data penumpang dan penimbangan barang dilakukan dengan sistem jemput bola ke hotel jemaah. Proses penimbangan mulai dilakukan hari.

"Pada fase kepulangan, jemaah diminta mengumpulkan bagasi di lobi hotel, lalu diangkut dua hari sebelum jadwal kepulangan jemaah dengan masing-masing jemaah berhak mengisi bagasi maksimal 32 kg," kata Eda kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022.

"Dan proses city chekc-in ini jemaah langsung dapat claim tag dan boarding pass," katanya.

Sedangkan terhadap koper jemaah, setelah dikumpulkan di lobi hotel, ada tiga tahap pemeriksaan yang harus dilalui. Sekadar diketahui, khusus penerbangan dengan Saudi Airlines, manajemennya telah melakukan kontrak dengan salah satu perusahaan Jeddah Management Company (JMC). Perusahaan inilah yang bertugas mengangkut dan mengurus barang koper jemaah khususnya yang menggunakan penerbangan Saudi Airlines.

Setelah barang dikumpulkan di lobi hotel, petugas dari JMC akan melakukan penimbangan. Selesai ditimbang, isi koper akan dicek sampai tiga tahapan. Di hotel, isi koper akan dicek menggunakan xray multiview untuk mendeteksi barang sekecil apapun yang tidak dibolehkan dibawa dalam penerbangan. Setelah clear, koper baru dibawa ke remote area.

Di remote area, koper akan dicek ulang. Untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang membahayakan penerbangan maupun penumpang disimpan di dalamnya. Jika ditemukan, barang akan dikeluarkan dan diserahkan ke kantor Daerah Kerja Makkah.

"Jadi tidak ada bahasanya zalim, tidak ada yang diambil. Prosesnya semua diawasi CCTV dan ditangani orang qualified dengan standar penebangan," tegas Ed

Jika tidak ada lagi koper bermasalah, selanjutnya akan diangkut pihak JMC dan dibawa ke gedung untuk dicek ulang kembali.

"Setelah clear, lalu dibawa ke stroge (remote area) sambil menunggu jadwal penerbangan," katanya.

Barang yang Tidak Boleh Dibawa

Eda berharap jemaah tidak memasukkan benda-benda yang dianggap mengganggu keselamatan penerbangan. Seperti aerosol, bahan mudah meledak, senjatam tajam, uang tunai dalam jumlah banyak, termasuk air zamzam.

Air zamzam sejak tahun ini dilarang dibawa sekalipun dimasukkan ke botol kecil. Alasannya mencegah kebocoran dan merusak sistem perkabelan pesawat.

"Bagasi sudah diset up 32 kilogram dan bisa diisi apapun, sepanjang tidak diisi dengan air. Karena volume air berbeda dengan barang lain. Ketika ditemukan zamzam dalam pemerikasaan secara acak 5-10 koper, maka semuanya akan dikembalikan ke Makkah dan ini akan menjadi problem besar dan delay pesawat, sedangkan sistem kita jumlah orang dan bagasi harus sama," tegas Eda.

Eda memastikan jemaah tetap bisa membawa air zamzam bahkan tidak perlu mengeluarkan uang. Sebab pemerintah sudah menjatah setiap satu orang akan mendapatkan satu galon air zamzam 5 liter. Air zamzam bisa diambil setibanya jemaah di debarkasi. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel