Masuk Kategori Aplikasi Berbahaya, PUBG Mobile Resmi Ditarik dari India

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - PUBG Mobile menjadi satu dari 118 aplikasi mobile yang dilarang oleh pemerintah India. PUBG Corporation telah mengupayakan agar gim survival populer itu agar tetap survive, tapi akhirnya menyerah kalah.

PUBG Corporation telah mengumumkan secara resmi kepada para penggunanya. Terhitung sejak 30 Oktober 2020, PUBG Mobile Nordic Map: Livik dan PUBG Mobile Lite tidak akan bisa diakses lagi.

Adapun larangan aplikasi PUBG Mobile sudah dikemukakan sejak September 2020. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MEITY) mengklaim bahwa gim ini "terlibat dalam kegiatan yang merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum."

Namun demikian, dilansir dari TechCrunch, tidak seperti aplikasi lain yang masuk daftar banned, PUBG Mobile masih bisa diakses oleh penggunanya yang telah meng-install aplikasi tersebut. Disebutkan, 90 persen pengguna aktif masih bisa mengaksesnya.

Setelah ini, izin merek PUBG Mobile akan dikembalikan kepada pemilik hak kekayaan intelektual. Tencent Games selaku pengembang aplikasi tak memiliki izin memasarkan dan mengelolanya di India.

Isu Politis?

Playerunknown's Battlegrounds. (Doc: Steam)
Playerunknown's Battlegrounds. (Doc: Steam)

Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MEITY) pertama kali 'mengharamkan' PUBG Mobile pada 15 Juni. Lalu pada 2 September, pemblokiran tersebut diperpanjang.

PUBG Corporation selaku pemilik gim PUBG Mobile sebetulnya telah berupaya berkomunikasi dengan pemerintah India agar larangan tersebut dicabut. Bahkan pada 8 September, mereka menghentikan aktivitas Tencent Holdings, perusahaan penerbit PUBG Mobile, di India.

Gim PUBG Mobile diketahui menjadi yang terpopuler di India. Data terakhir menyebutkan, gim survival itu sudah diunduh sebanyak 50 juta kali, dan terdapat 35 juta pemain aktif.

PUBG Mobile bukan satu-satunya aplikasi yang diblokir oleh pemerintah India. Clash of Clans dan TikTok misalnya, juga masuk 'daftar hitam'.

Hal ini disinyalir karena adanya isu politis dan ketegangan dengan China sejak Juni ketika tentara kedua negara terlibat bentrok di Ladakh Timur, India.

Pemerintah India lantas memblokir banyak sesuatu yang 'berbau' China, satu di antaranya dengan melarang peredaran gim dan aplikasi mobile yang berasal dari Tiongkok.

Sumber: PUBG, TechCrunch

Video