Masuk Musim Hujan, Dinas SDA DKI Gencarkan Kegiatan Grebek Lumpur

VIVA
·Bacaan 2 menit

VIVAPemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta mulai menggiatkan kegiatan Gerebek Lumpur.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, program ini menyasar saluran mikro, penghubung, waduk, danau, sungai dan kali yang bertujuan sebagai upaya pengendalian banjir.

Tujuannya untuk menambah kapasitas daya tampung air di saluran dan badan air dalam menghadapi musim hujan,” jelas Juaini.

Kegiatan pengerukan lumpur dilakukan secara masif di danau, sungai/kali, dan waduk di 5 wilayah kota administrasi Jakarta, seperti di Waduk Ria Rio, Jakarta Utara dan Kali PHB Kalibaru Barat, Jakarta Selatan.

Juani juga menjelaskan bahwa program ini memakai sistem swakelola yang ada dalam anggaran pemeliharaan di masing-masing Suku Dinas (Sudin) SDA di wilayah.

Pengerjaannya dilakukan melalui swakelola di masing-masing Sudin berupa anggaran pemeliharaan. Jadi, alatnya pakai punya sendiri, kemudian operator dan BBM (bahan bakar minyak) kami adakan sendiri,” katanya.

Juaini juga mengungkapkan ada beberapa kali besar yang menjadi sasaran utama dalam program ini yang terbagi di lima wilayah.

Di Jakarta Timur, pengerukan lumpur di Kali Ciliwung segmen Kampung Melayu sampai Jembatan Tongtek sepanjang 5,3 kilometer. Kemudian di Jakarta Selatan, pengerukan di Kali Ciliwung di segmen Jembatan Tongtek sampai pintu air Mangarai sepanjang 2,7 kilometer,” tuturnya.

Lalu lanjut Juaini, di Jakarta Barat, pengerukan di KBB segmen Jelambar sampai Season City sepanjang 1,5 kilometer dan di Jakarta Utara, pengerukan di Kali Adem segmen PIK (Pantai Indah Kapuk) sampai Muara Angka sepanjang 3,2 kilometer. Meski demikian Juaini juga menyampaikan bahwa saat ini anggaran terkena refocusing untuk penanggulangan Covid-19. Walau ada refocusing anggaran, pengerukan tetap jalan terus. Tidak ada masalah, karena pemeliharaan tidak boleh berhenti,” ujar Juaini.

Hingga kini, kata dia, program tersebut telah berjalan hingga 50 persen. Program Grebek Lumpur dilakukan oleh lima Sudin wilayah,” kata Juaini.

Sekitar 8.000 personil pasukan biru dikerahkan, di dalamnya termasuk 4.336 PKLG dan 205 Operator armada Dumptruck dan sejumlah alat berat berbagai tipe. Kegiatan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ketat, yaitu 3M.

Program Grebek Lumpur juga merupakan program berkelanjutan yang dilakukan secara bertahap hingga Desember 2020.

Dukungan Komisi D DPRD

Langkah Pemprov DKI dalam pengendalian banjir ini pun mendapat dukungan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Dedi Supriadi. Pasalnya, program yang berlangsung Maret-Desember 2020 ini, dinilai dapat meminimalisir potensi banjir di Jakarta. Bisa jadi kalau tidak ada program Grebek Lumpur, akan ada genangan dan banjir lebih luas lagi,” kata Dedi.