Masuk Panen Raya, Stok Beras Dijamin Aman Jelang Ramadan dan Lebaran

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional jelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dalam kondisi aman, seiring sebagian besar lahan padi di seluruh Indonesia memasuki masa panen raya pada Maret-April 2021.

“Neraca beras sampai dengan 2021 masih aman, terutama dengan panen raya,” ungkap Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono dikutip dari Antara, Selasa (16/3/2021).

Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, ketersediaan beras hingga bulan Mei 2021 diperkirakan hampir mencapai 25 juta ton.

Stok beras hingga Desember 2020 tercatat sebanyak 7,389 juta ton. Sementara itu perkiraan produksi dalam negeri mencapai 17,5 juta ton dan perkiraan kebutuhan sebanyak 12,336 juta ton.

Jelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 H, Kementan akan menjalankan strategi untuk menjamin penyediaan pangan termasuk beras.

“Kami akan melakukan pemantauan harga secara rutin, selain juga akan mengadakan pasar murah komoditas utama melalui Pasar Mitra Tani dan di pasar tradisional dengan bekerja sama dengan BUMN dan mitra lainnya,” sebut Momon.

Untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, seperti banjir maupun kekeringan, Kementan akan menerapkan early warning system. “Sistem ini akan membantu dalam memantau wilayah rawan banjir ataupun kekeringan,” kata Momon.

Selain itu antisipasi kemarau telah disiapkan dengan percepatan padat karya infrastruktur, baik melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier, bantuan irigasi perpompaan/perpipaan, ataupun embung. Kementan juga akan mempercepat realisasi penyaluran bibit tanaman.

Susi Pudjiastuti Minta Jokowi Hentikan Impor Beras

Pekerja memanggul karung Beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6). Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,1 juta ton. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pekerja memanggul karung Beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6). Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,1 juta ton. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pengusaha dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut buka suara terkait wacana impor 1 juta ton beras. Ia meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan impor beras ke Tanah Air.

"Pak Presiden yth. Mohon stop impor beras, masyarakat masih ada yg panen, panen juga berlimpah," tulis Susi melalui akun Twitter miliknya @susipudjiastuti pada Selasa (16/3/2021).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu juga meminta Jokowi untuk mendukung Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, agar hal tersebut tidak dilakukan.

"Mohon berikan dukungan kpd Pak Kabulog untuk tidak melakukan impor. Juga melarang yg lain. ⁦@jokowi⁩ ⁦@KemenBUMN ⁦@kementan⁩ ⁦@Kemendag⁩," ungkap Susi.

Sebelumnya, Budi Waseso berjanji akan menyerap produksi beras petani lokal demi memenuhi kebutuhan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Sebelumnya, pemerintah dilaporkan merencanakan impor beras sebanyak satu juta ton.

Menurut pria yang disapa Buwas tersebut, Bulog belum tentu akan melaksanakan penugasan impor beras, mengingat saat ini memasuki masa panen raya padi atau beras di seluruh Indonesia.

"Walau kami mendapat tugas impor satu juta ton, belum tentu kami laksanakan, karena kami tetap prioritaskan produk dalam negeri sekarang yang mencapai masa puncak panen raya," tegas Budi Waseso.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: