Masuk PSN, Menteri Suharso Cek Jembatan Layang Sitinjau Lauik

Dusep Malik, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyebutkan, rencana pembangunan jembatan layang di jalur lintas Sumatra rute Sitinjau Lauik, Padang Sumatra Barat. Proyek ini merupakan salah satu Proyek Prioritas strategis nasional (PSN) atau Major Project.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 35 Major Project yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya rencana pembangunan jembatan layang Sitinjau Lauik. Ke 35 Major Project itu, sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

“Ini (Sitinjau Lauik), salah satu dari Major Project di dalam RPJMN kita 2020-2024. Jadi, beberapa project-project Nasional besar di beberapa daerah itu, dipastikan oleh Bappenas apakah dilangsungkan, dikerjakan sesuai dengan perencanaan kita. Termasuk proyek di sini,” kata Suharso saat mengunjungi kawasan rute Sitinjau Lauik, Kamis 8 April 2021.

Menurut Suharso, pembangunan jembatan layang Sitinjau lauik ini, ditaksir akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1,28 triliun. Dan menjadi prioritas, karena Bappenas menilai dari segi keselamatan berkendaraan.

Rute Sitinjau Lauik dengan panjang lintasan 15 kilometer itu, memiliki tanjakan dan tikungan tajam dengan tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi. Bappenas mengarahkan pembangunan jembatan layang demi keselamatan jalan dan kelancaran jalur logistik.

“Ini pertama, mengatasi keselamatan berkendaraan. Manajemen keselamatan transportasi itu, diatur oleh Bappenas. Kalau jalan Kemen PUPR, kendaraannya Dishub, hukum oleh Polisi. Salah satu manajemen keselamatan itu, ada di Bappenas. Ini (Sitinjau Lauik), layak. Sudah ada Feasibility Study nya, kita meminta riviewnya dipercepat. Sehingga, bisa dilakukan groundbreaking dan 2024 proses pembangunannya selesai,” ujar Suharso.

Diketahui, selain meninjau rute Sitinjau Lauik, Suharso di Sumatra Barat memiliki sejumlah agenda kerja diantaranya meninjau pembangunan Stadion Utama Sumatra Barat, mengunjungi Danau Maninjau, menghadiri Musrenbang Provinsi Sumatra Barat, meninjau kawasan peternakan sapi Padang Mangatas, dan kunjungan ke Monumen Nasional PDRI.