Masuk Ramadhan, Khofifah Minta Masjid Segera Diperbaiki

Agus Rahmat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta proses evakuasi dampak gempa di Malang segera dilakukan dengan cepat. Terutama tempat ibadah seperti masjid dan musala, mengingat dalam beberapa hari ke depan sudah memasuki bulan suci Ramadhan atau puasa.

"Jadi kita ingin memastikan bahwa proses identifikasi berseiring dengan proses evakuasi pada saat tanggap darurat ini kita maksimalkan. Karena besok ini Insya Allah masuk Ramadhan. Maka yang saya pesankan antara lain, fasilitas ibadah apakah musala ataukah masjid, kalau rusak ringan, bisa segera dilakukan proses perbaikan," kata Khofifah, Minggu, 11 April 2021.

Khofifah mengatakan, sudah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah kepala daerah di Jatim. Termasuk Pangdam V Brawijaya dan Polda Jatim. Semua elemen akan diturunkan untuk penanganan evakuasi korban gempa di Malang dan daerah lain. Anggaran untuk penanganan bencana sudah di siapkan oleh Pemprov Jatim dan pemda masing-masing wilayah.

Baca juga: Doa NU Jatim untuk Korban Jiwa Gempa Malang: Semoga Syahid

"Pak pangdam juga mengatakan, timnya di jajaran Kodim, di jajaran Korem, bahkan Batalyon, kalau di sini ada di divisi 2 Kostrad itu juga akan digerakkan untuk melakukan perbaikan secepatnya. Tapi kalau rusaknya sedang sampai berat tentu harus dilihat konstruksinya (bangunan ibadah). Saya rasa itu," jelas mantan Menteri Sosial itu.

Selain tempat ibadah, kebutuhan dasar lainnya yang harus segera diperbaiki adalah sektor pendidikan dan kesehatan. Khofifah menegaskan, tiga layanan dasar ibadah, pendidikan dan kesehatan harus mendapatkan prioritas. Anggaran yang disiapkan berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) provinsi dan kabupaten/kota.

"Kalau ini saya rasa butuh waktu untuk identifikasi konstruksi dan seterusnya. Kita punya BTT Pemprov, kabupaten juga punya BTT. Nanti akan kita sinkronkan, apa yang akan di support pemprov, apa yang disiapkan oleh kabupaten. Ada juga kasatgas bencana dari BUMN. Jadi kita berbagi tugas. Pak Kepala BNPB (Doni Monardo) juga hadir, nanti sama-sama kita carikan solusi secepatnya," tutur Khofifah.

Sementara itu, Bupati Malang M.Sanusi mengungkapkan laporan terbaru 3 warga Malang meninggal dunia. Untuk korban meninggal mendapatkan santunan. Sementara korban luka-luka, dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, dan seluruh biaya ditanggung pemerintah.

"Di Malang cuma tiga meninggal dunia. Sisanya luka ringan tidak ada yang luka berat. Dan semua dampak gempa ini sudah ditanggung kabupaten untuk berobatnya, di masing-masing puskesmas dan rumah sakit kita yang bayarin," kata Sanusi.