Masuk Raudhah Terjadwal, Jemaah Haji RI Wajib Tahu Teknisnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Arab Saudi menerapkan ketentuan baru untuk jemaah haji yang ingin masuk ke Raudhah. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan, Muassasah Adila menerbitkan surat tentang waktu ziarah ke Makam Rasulullah bagi jemaah haji Indonesia. Artinya, jemaah bisa masuk ke Raudhah sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Ada ketentuan baru dari Muassasah Adilla, bahwa untuk masuk Raudhah harus berdasar jadwal yang kita tentukan," terang Konsul Haji KJRI Nasrullah Jasam di Jeddah, Selasa (7/6).

"Jadwal itu kita input dalam e-haj, aplikasi yang dikembangkan oleh Saudi," sambungnya.

Sistem e-Hajj yang digunakan pemerintah Arab Saudi memudahkan Pemerintah Indonesia mengakses berbagai pelayanan ibadah haji.

Terpisah, Kepala Daker Madinah Amin Handoyo, menjelaskan saat ini Saudi menerapkan pendaftaran lewat sistem digital baik untuk masuk ke Raudhah bagi jemaah personal maupun berkelompok.

"Ini bisa dilakukan secara personal dan kelompok. Untuk kelompok dilakukan lewat sistem yang ada di e-hajj, kantor misi haji Indonesia akan menginput perkloter dengan membedakan jemaah haji laki-laki dan perempuan. Sedangkan personal bisa dilakukan dengan men-download eatmarna," kata Amin saat ditemui di Kantor Daerah (Daker) Madinah, Selasa (7/6).

Pada sistem e-hajj, akan diinput nama-nama jemaah haji Indonesia. Setelah nama-nama itu terinput akan diterbitkan manifest yang nantinya dijadikan sebagai tasrih atau surat izin masuk ke Raudhah.

Surat tasrih berisi keterangan tentang jumlah jemaah, waktu (tanggal dan jam) masuk Raudhah, nomor pintu masuk, nomor gerbang masuk, serta daftar nama dan nomor paspor jemaah.

" Untuk laki-laki pintu Bilal bin Rabah atau pintu nomor 37, perempuan pintu Usman bin Affan atau pintu nomor 24," jelas Amin.

Info Manifest e-hajj Cek ke Kepala Regu

Amin menambahkan, pada sistem e-haj jemaah yang akan masuk Raudhah dibuat berkelompok antara 40-50 orang. Kemudian, nama-nama jemaah yang sudah terinput e-haj akan diteruskan ke kepala sektor, kepala rombongan hingga ke kepala regu. Jadi, satu manifest bisa digunakan untuk beberapa jemaah.

Amin mengakui sistem ini memang baru berlaku pada Senin (6/6) kemarin. Tetapi oleh Muassasah Adila, jemaah haji yang telah datang ke Raudhah di tanggal 4 dan 5 Juni atau sebelum proses e-haj berlaku sudah diinput nama-namanya lebih kurang 160 halaman.

Sementara untuk jemaah yang mendapat jatah ke Raudhah tanggal 6, maka pihak kantor misi haji sudah menerima datanya sejak tanggal 6 dini hari. Kemudian diteruskan ke sektor dan struktur yang ada.

Amin menyebut, sistem daftar menuju Raudhah memang diberlakukan Saudi sejak masa pandemi lalu. Cara ini kemudian masih akan dipakai karena dinilai cukup efektif untuk mencegah menumpuknya jemaah di Raudhah.

Lalu bagaimana jika sudah ada jemaah yang lebih dulu mendaftar di aplikasi eatmarna? Menurut Amin kembali pada keinginan jemaah ingin menggunakan sistem eatmarna untuk masuk Raudhah, atau lewat sistem e-haj. Sebab tujuannya sama, meski sistem eatmarna menggunakan barcode, sedangkan e-haj menggunakan manifest. Tapi dia menyarankan memilih salah satu sistem mana yang ingin dipakai jemaah masuk Raudhah. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel