Masuki Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Hadapi Penyakit Terganas

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ternyata prajurit Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menjalankan operasi pengamanan perbatasan negara di Papua, tak cuma harus berhadapan dengan gangguan keamanan dari kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka saja. Namun, ada ancaman bahaya lain yang lebih mematikan. Apakah itu?

militer="" tag="" www.viva.co.id="">militer">VIVA Militer kali ini Jumat 30 Oktober 2020, akan memulai kisahnya dari nol. Pada Juni 2020, Komando Daerah I Bukit Barisan memberangkatkan 450 personel pasukan elit tempur dari Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia untuk tergabungan dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini.

Nah, kebetulan pasukan Yonif Raider 100/PS ditempatkan untuk menjalankan operasi pengamanan di wilayah sektor utara. Yakni di Kabupaten Keerom, Papua.

Perlu diketahui, Kabupaten Keerom merupakan salah satu wilayah endemis wabah penyakit paling ganas dan mematikan malaria. Malahan masuk dalam 5 besar kota penyumbang penderita malaria terbanyak di negeri mutiara hitam.

Semua prajurit Yonif Raider 100/PS mengetahui betul tentang ancaman bahaya malaria di daerah pedalaman yang mereka masuki ini. Oleh sebab itulah, prajurit TNI sangat berhati-hati untuk menjaga kesehatan agar tak terserang malaria.

Hanya saja, selain dituntut bisa menjaga kesehatan di wilayah operasi, prajurit TNI juga memiliki tanggungjawab moril kepada masyarakat setempat, agar masyarakat juga tak terserang malaria.

Karena itulah, selain harus menjaga perbatasan negara, prajurit Yonif Raider 100/PS juga gencar menggelar layanan kesehatan kepada masyarakat. Yang salutnya lagi, layanan kesehatan dilakukan secara berkeliling alias mobile. Jadi prajurit TNI akan mendatangi warga langsung ke tempat tinggalnya jika memang membutuhkan penanganan medis terhadap malaria.

Contohnya seperti yang baru saja dilakukan prajurit Yonif Raider 100/PS dari Pos Karang. Mereka secara mobile menyambangi rumah-rumah warga di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Keerom untuk memberikan layanan kesehatan.

"Kita ketahui bersama bahwa daerah khususnya sektor utara Keerom ini sangatlah endemis dengan Malaria, dengan begitu kami terus gencar memberikan pelayanan kesehatan kepada mereka yang membutuhkan," kata Komandan Pos Karang, Sertu Dexa Apriyanto.

Salah satu warga yang baru terserang malaria adalah Carel Sebo. Ketika prajurit Yonif Raider 100/PS mendatanginya, pria 32 tahun itu ternyata sudah 3 hari menderita malaria.

Hanya saja dia tak bisa berobat karena lokasi pusat layanan kesehatan masyarakat atau puskesmas letaknya sangat jauh dari rumah Carel. Belum lagi keadaan ekonomi Carel yang terbatas.

"Untuk itu tim kesehatan Pos Karang mendatangi rumahnya dan langsung diobati oleh Praka Pipit selaku tim kesehatan dengan memberikan pengobatan dan obat berupa vitamin daya tahan tubuh, dengan harapan dapat segera pulih," kata Sertu Dexa.

Dan Carel Sebo sangat senang dengan bantuan layanan kesehatan yang diberikan secara sukarela oleh tim kesehatan Yonif Raider 100/PS.

"Terima kasih bapak tentara Pos Karang, semoga obat ini dapat segera memulihkan penyakit yang sedang saya alami, sekali lagi terima kasih," kata Carel.

Perlu diketahui, wilayah Papua memang rawan malaria karena secara geografis kondisi alamnya mendukung perkembangbiakan nyamuk penyebab malaria. Diperparah lagi dengan fasilitas kesehatan yang terbatas adanya.

Baca: 4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah