AS masukkan empat perusahaan pendukung ISIS ke daftar hitam

WASHINGTON (Reuters) - Amerika Serikat, Senin, memberlakukan sanksi terhadap empat perusahaan dan dua individu yang beroperasi di Suriah, Turki, Teluk dan juga Eropa karena memberikan dukungan logistik dan finansial kepada kelompok ISIS.

Target itu dimasukkan ke daftar hitam berdasarkan perintah eksekutif, yang menjatuhkan sanksi kepada para teroris dan mereka yang menyediakan bantuan atau dukungan kepada teroris, demikian Departemen Keuangan AS.

Sahloul Money Exchange Company yang berbasis di Turki, Al-Sultan Money Transfer Company dan ACL Ithalat Ihracat masuk ke daftar hitam AS karena memberikan dukungan logistik dan finansial kepada ISIS, demikian juga dengan warga negara Turki Ismail Bayaltun dan saudaranya Ahmet Bayaltun

Organisasi Kesejahteraan Sosial Nejaat yang bermarkas di Afghanistan beserta dua pejabat seniornya, Sayed Habib Ahmad Khan dan Rohullah Wakil, juga ikut menjadi target lantaran mendukung aktivitas cabang ISIS di Afghanistan.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menganggap langkah itu sebagai taktik tekanan lebih lanjut terhadap kelompok tersebut setelah ofensif pasukan khusus AS menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

"Menyusul suksesnya operasi terhadap al-Baghdadi, pemerintahan Trump memutuskan untuk menghancurkan habis-habisan jaringan sel teror ISIS yang tersisa," ucap Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Sanksi itu membekukan segala aset AS yang menjadi milik para target dan melarang warga Amerika menjalin bisnis dengan mereka.