Masyarakat Adat MOI Palang Tempat Pemakaman Covid-19 di Sorong, Ada Apa?

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien Corona COVID-19 (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Sorong - Lahan pemakaman Covid-19 yang dibuka di atas tanah adat marga Malaseme di Sorong Papua menuai polemik. Masyarakat adat MOI dari marga Malaseme memasang palang di pemakaman tersebut sebagai bentuk protes menuntut pemda setempat membayar ganti rugi atas hak tanah tersebut.

Pemilik Hak Ulayat Absalom Malaseme saat ditemui di Sorong, Kamis (2/9/2021) mengatakan, pemasangan palang adalah peringatan dari masyarakat adat kepada pemda bahwa ada hak masyarakat yang belum diselesaikan.

Dia mengatakan bahwa pemerintah melakukan pemakaman jenazah Covid-19 di atas tanah adat marga Malaseme tanpa ada pembicaraan atas hak tanah tersebut.

"Kami meminta agar Pemerintah Kota Sorong duduk bersama dengan kami sebagai pemilik ulayat untuk membicarakan hak-hak kami yang harus dibayar dan barulah aktivitas pemakaman Covid-19 bisa dilanjutkan," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Harus Bayar Rp28 Miliar

Dia mengatakan, palang adat tersebut memiliki arti mendalam, yakni siapa yang sengaja memindahkan bambu serta kain merah simbol palang adat tersebut akan mendapat malapetaka.

"Jadi jangan sekali-kali ada pilihan lain memindahkan simbol tersebut tanpa ada persetujuan dari masyarakat adat pemilik wilayah," katanya.

Ditambahkan bahwa sesuai dengan kesepakatan masyarakat adat pemilihan wilayah marga Malaseme, maka pemerintah daerah harus membayar Rp28 miliar atas tanah pekuburan Covid-19 itu.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel