Masyarakat adat nusantara bersatu menjaga Biak zona damai di Papua

Masyarakat adat nusantara bersatu untuk menjaga Kabupaten Biak Numfor sebagai daerah zona damai dan teraman di Tanah Papua.

"Semua paguyuban masyarakat nusantara punya komitmen bersama dengan TNI menjaga stabilitas keamanan Biak Numfor yang selalu kondusif, " ujar Ketua Dewan Adat Biak Manpun J.K Mandibodibo seusai tatap muka bersama Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo di Makorem Biak,Jumat.

Manpun mengatakan Pulau Biak merupakan beranda terdepan di kepulauan negara Pasifik karena letaknya sangat strategis.

Dari segi keamanan di Biak, menurut Manpun Mandibodibo, daerah ini memiliki satuan TNI terlengkap di Tanah Papua.

Ketua Dewan Adat Biak Manpun J.K Mandibodibo seusai tatap muka masyarakat adat nusantara di aula Makorem Biak, Jumat (4/11). ANTARA/Muhsidin
Ketua Dewan Adat Biak Manpun J.K Mandibodibo seusai tatap muka masyarakat adat nusantara di aula Makorem Biak, Jumat (4/11). ANTARA/Muhsidin

"Menjaga situasi Biak nyaman dan kondusif untuk kelangsungan pembangunan di daerah merupakan tugas warga bersama dengan TNI/Polri, " harap Manpun.

Ketua Paguyuban Masyarakat Yogyakarta Bardanudin Mulyono memberikan apresiasi atas kepedulian Korem 173/PVB mempertemukan masyarakat adat nusantara.

"Biak dikenal daerah paling aman dan damai di Provinsi Papua karena kuatnya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat nusantara, " ujar Bardanudin.

Ia berharap, ikatan tali silaturahim antar masyarakat nusantara bersama Korem 173 tetap terjaga guna menjaga daerah tetap kondusif.

Sementara itu, Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo mengakui, silaturahim bersama paguyuban masyarakat nusantara, pemuka agama dan tokoh pemuda untuk menjalin komunikasi kerja dalam mendukung tugas pokok TNI menjaga stabilitas keamanan.

Danrem Brigjen Sri Widodo mengakui, jika suatu negara atau daerah situasi keamanannya baik akan menjamin iklim investasi menopang perekonomian masyarakat setempat.

"Pulau Biak dengan bermacam-macam warga yang tinggal berasal dari berbagai daerah di Indonesia tetapi tetap selalu rukun dan damai patut kita pertahankan," ujar Sri Widodo.

Dia berharap komunikasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda tidak terbatas dalam forum formal tetapi bisa berlanjut di tempat manapun.

"Sebagai Danrem saya sangat terbuka untuk menerima informasi dan masukan dari siapa saja selama 24 jam," ujar alumni Akmil 1994 tersebut.

Selesai acara tatap muka Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo bersama pejabat Korem 173 dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama.