Masyarakat Bali Bergantung Pariwisata, Munas Kadin Jadi Barometer

·Bacaan 2 menit

VIVA – Masyarakat Bali menaruh harapan besar kepada pemerintah dan pengurus pusat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia supaya penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) Kadin Indonesia tetap dilaksanakan sesuai jadwal 2-4 Juni 2021 di Bali.

Bukan tanpa alasan, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok mengungkapkan, penyelenggaraan besar seperti munas Kadin ini akan menjadi barometer akan keamanan pariwisata Bali.

"Ini bagian dari satu garansi, oh Munas Kadin, para pengusaha melaksanakan munas di Bali, kita juga gaungnya secara nasional. Kita di Bali hampir 90 persen kan hanya di pariwisata gantungkan nasib," kata dia saat dihubungi VIVA, Kamis, 27 Mei 2021.

Menurut Gung Cok, masyarakat Bali sudah menyambut baik ditetapkannya Bali sebagai lokasi munas. Bahkan, seluruh komponen masyarakat dikatakannya telah melakukan persiapan bersama dengan Satgas Penanganan COVID-19.

"Kita di bali sudah kerja sama dengan UKM dan masyarakat Bali pun sudah sangat menunggu event-event begini. Bagaimana pemulihan ini menjadi satu bukti yang kami pun sudah menyiapkan dari satgas, sudah siapkan, kita menujukkan ke dunia lah," tegas dia.

Persiapan ini dilakukan, kata Gung Cok, karena masyarakat Bali menggantungkan perekonomiannya 90 persen dari sektor pariwisata. Karenanya, penguasaha di lokasi tersebut juga tidak hanya fokus pada pemilihan Ketum Kadin 2021-2026, melainkan lebih dari itu.

"Kita di Bali hampir 90 persen kan hanya di pariwisata gantungkan nasib, munas ini kan dampaknya meluas di hotel juga, UMKM juga, ini menyeluruh manfaat munas, bukan semata untuk memilih calon tapi membantu meningkatkan perekonomian," papar Gung Cok.

Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali ini pun juga mengaku kecewa terhadap isu mengenai pembatalan sepihak Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani terhadap pembatalan Bali sebagai lokasi munas.

"Itu yang sangat kami sayangkan kalau dipindah ke Kendari mohon maaf keluarga kami di Kendari bukan maksud kami mengesampingkan tapi karena kami di Bali menjadi salah satu daerah wisata," paparnya.

Sebelumnya, Munas Kadin Indonesia dikabarkan batal diselenggarakan di Bali pada 2-4 Juni 2021. Keputusan ini disebut-sebut secara sepihak ditetapkan oleh Rosan Perkasa Roeslani yang masih menjabat sebagai Ketua Umum.

Informasi pembatalan ini dibenarkan oleh Pengurus Kadin Indonesia yang juga merupakan Anggota DPR Fraksi Gerindra, Kamrussamad. Tindakan pembatalan lokasi munas Kadin untuk pemilihan Ketum baru ini dikatakannya telah melanggar AD/ART organisasi.

"Telah melanggar AD/ART karena masa kepengurusannya berakhir sejak akhir tahun 2020. Tapi karena Pandemi COVID-19, maka Pada Bulan Januari 2021 diputuskan Munas di Bali 2-4 Juni 2021," kata dia melalui pesan singkat saat dihubungi VIVA, Kamis, 27 Mei 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel