Masyarakat di Pedalaman Kalimantan Timur Tak Luput dari Serangan Hoaks

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian masyarakat di daerah pedalaman Kalimantan Timur ternyata tak luput dari serangan informasi palsu atau hoaks. Hal ini yang dirasakan Kontributor Liputan6.com yang juga relawan antihoaks di Kalimantan Timur, Awaluddin Jalil.

Awal menceritakan berbagai pengalamannya menjadi relawan antihoaks di acara Launching Komik Cek Fakta Liputan6.com, Senin (15/11/2021).

Awal mengungkapkan, meski masih ada sebagian wilayah "blackspot" atau tidak ada sinyal di Kalimantan Timur, namun informasi palsu atau hoaks justru viral di kalangan masyarakat.

"Ini unik, tidak ada sinyal tapi hoaksnya viral," ungkap Awal.

Menurut Awal, hoaks yang paling banyak beredar yakni seputar vaksin dan COVID-19. Misalnya, vaksin COVID-19 dianggap bertentangan dengan ajaran agama hingga sejumlah rumah sakit sengaja meng-covid kan warga.

Penyebaran hoaks, sambung Awal, muncul ketika seorang warga desa pergi ke kota. Saat di kota dan sudah ada sinyal, warga desa tersebut menerima hoaks dari aplikasi percakapan.

"Pas balik ke desa, dia cerita ke penduduk desa lain. Nah hoaks ini beredar dari mulut ke mulut," tutur Awal.

Hal ini ternyata yang menjadi tantangan bagi awal dan rekan-rekan relawan antihoaks lainnya. Berbagai cara dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar mereka tidak terpengaruh berita palsu.

Awal dan relawan lainnya menggandeng sejumlah tokoh agama dan adat. Masyarakat diajak berdiskusi dan diberi pemahan tentang cara membedakan hoaks dan fakta.

"Dalam prosesnya kami gandeng tokoh agama, membuat pertemuan-pertemuan kecil membahas dan mengantisipasi hoaks. Mengumpulkan pemuda dan warga desa untuk memverfikasi informasi," tambah Awal.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel