Masyarakat Didorong Pakai Teknologi untuk Tangkal Penyebaran Corona

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah

VIVA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali memutakhirkan data penderita Virus Corona COVID-19 di Indonesia. Hingga Kamis sore hari ini, 2 April 2020, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif Corona sebanyak 113 orang, sehingga total jumlahnya menjadi 1.790 kasus.

Kemudian, ada 9 pasien sudah sembuh sehingga totalnya menjadi 112 orang, dengan total kematian sebanyak 170 orang. Untuk itu, pemerintah terus-menerus mengingatkan supaya tinggal dan bekerja di rumah (work from home) serta menjaga jarak (social distancing) dan mencuci tangan.

Kepala Eksekutif Ralali.com, Joseph Aditya, mengaku terus memantau perkembangan isu COVID-19 agar dapat memberi respons cepat dalam upaya membantu pemerintah menekan penyebaran serta dampak wabah tersebut.

"Sekarang waktunya memberi perhatian lebih kepada masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19," ungkapnya di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengimbau warga agar berbelanja barang kebutuhan pokok tanpa harus mendatangi pasar. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan rencananya membuat program untuk belanja secara jarak jauh untuk memudahkan warga Jakarta berbelanja saat Corona semakin meluas di ibu kota.

Adapun DKI Jakarta masih menempati posisi teratas untuk kasus Corona. Yaitu, 897 kasus positif, 52 kasus sembuh dan 90 kasus meninggal dunia, hingga sore hari ini.

Joseph mengaku mendukung program tersebut. Menurutnya, program belanja jarak jauh dapat dilakukan melalui teknologi dan aset yang dimiliki platformnya, yakni berupa berbelanja melalui aplikasi, sistem pembayaran yang lengkap, dan armada Ralali Kargo untuk memperluas jangkauan.

Selain itu, Ralali.com meluncurkan Kampanye Rehat atau Ralali Peduli Kesehatan dengan target utamanya adalah pemerintah, masyarakat, petugas layanan publik, pengguna Ralali.com, Big Agent, klien, serta mitra.

"Kami juga bekerja sama dengan aplikasi kesehatan YesDok untuk mendata serta memberi informasi kepada masyarakat terkait deteksi dan gejala Corona, pencegahan penyebaran, dan penanggulangan awal dengan menggunakan platform kami," jelasnya.

Data tersebut, Joseph melanjutkan, bisa digunakan pihak-pihak yang menjadi target pemeriksaan massal Virus Corona COVID-19. Tahap ini mulai diimplementasikan pada pekan pertama April 2020.