Masyarakat Diimbau Tak Liburan Keluar Negeri Saat Libur Lebaran 2022, ini Sebabnya

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri selama libur panjang Lebaran Idulfitri 2022. Mengingat, kasus harian Covid-19 di sejumlah negara tengah mengalami peningkatan.

"Dengan adanya libur panjang (Idulfitri 2022) masyarakat diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Evaluasi PPKM di Jakarta, Senin (18/4).

Menko Airlangga mencontohkan, Kota Shanghai di China menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang tengah mengalami peningkatan kasus harian Covid-19. Akibatnya, salah satu kota terbesar di Negeri Tirai Bambu tersebut dilockdown.

"Dengan demikian, tentu menjadi peringatan kepada kita semua bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir," ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta kooperatif mengikuti arahan pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan wisata ke luar negeri di musim libur Lebaran tahun ini. Hal ini sekaligus mencegah masuknya virus Covid-19 ke Tanah Air melalui perantara para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Tentu, kita tidak ingin kenaikan tersebut membawa virus yang nanti dibawa PPLN kita ke dalam negeri," tutupnya.

Ini Alasan Pemerintah Longgarkan Mobilitas dan Izinkan Masyarakat Mudik Lebaran 2022

pemerintah longgarkan mobilitas dan izinkan masyarakat mudik lebaran 2022 rev4
pemerintah longgarkan mobilitas dan izinkan masyarakat mudik lebaran 2022 rev4.jpg

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Abraham Wirotomo mengungkapkan alasan pemerintah melonggarkan mobilitas dan mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. Dia menerangkan, keputusan tersebut diambil setelah melalui kajian ilmiah dan mengacu pada beberapa indikator pengendalian pandemi Covid-19.

“Terkendalinya kondisi pandemi dan besarnya animo masyarakat untuk mudik ini, yang menjadi alasan kuat bagi pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran. Ini sesuai dengan kebijakan Gas dan Rem bapak Presiden,” katanya dalam pesan singkat, Jumat (8/4).

Dia merinci per 2 April 2022, Reproduction Rate di angka 1. Kemudian kasus mingguan menurun yakni 3.671 per hari. "BOR hanya 8 persen. Indikator-indikator itu menunjukkan bahwa semua kondisi semakin membaik," ungkapnya.

Selain itu, sambung Abraham, kebijakan pelonggaran mobilitas dan mudik lebaran juga merespon tingginya animo masyarakat untuk mudik. Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil tiga kali survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik terus meningkat.

"Survei pertama pada tanggal 14-28 Februari 2022 menunjukan 55 juta yang akan mudik. Survei kedua pada 9-21 Maret 2022 menunjukkan 79,4 juta yang akan mudik. Survei ketiga pada 22-31 Maret 2022 semakin naik, yakni 85,5 juta orang," imbuhnya. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel