Masyarakat diimbau tidak mudik dengan kendaraan roda dua

·Bacaan 2 menit

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman dengan kendaraan roda dua karena sangat berisiko dibanding moda transportasi lainnya.

"Kami mengimbau untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor, karena berbahaya tapi tentu tidak bisa kita elakkan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Senin.

Sambodo mengungkapkan bahwa mudik dengan sepeda motor lebih berisiko dibanding dengan metode transportasi lainnya, namun memahami bahwa masih banyak masyarakat yang akan melaksanakan mudik dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Oleh karena itu, pada tahun ini Ditlantas Polda Metro Jaya akan menyiapkan tempat istirahat (rest area) khusus pemudik roda dua untuk beristirahat sejenak dan bisa melanjutkan perjalanan dalam kondisi prima.

Baca juga: MPR: Antisipasi setiap risiko dari arus mudik Lebaran 2022

"Maka di titik lelah di Kedungwaringin dan Jatiuwung yang ke arah Merak itu, kita siapkan ada pos pelayanan, 'rest area' khusus sepeda motor, ada tempat untuk isi bensin, ada beli makanan, berbaring dan ngaso sebentar," ujarnya.

Selain itu Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyediakan gerai vaksin penguat (booster) di lokasi tempat istirahat agar pemudik bisa lebih aman dari ancaman virus COVID-19 saat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Pada kesempatan terpisah, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi keinginan untuk mudik menggunakan roda dua sebab sangat rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

"Kita memastikan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua dikurangi, kalau bisa jangan. Karena pemudik roda dua ini aspek keselamatannya berisiko, belum lagi cuaca saat ini, jadi kita sediakan juga mudik gratis tahun ini," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati.

Baca juga: Pentingnya sadar keselamatan berkendara selama mudik menggunakan motor

Berdasarkan hasil survei Balitbanghub, dari total prediksi 85,5 juta orang yang akan melakukan perjalanan di masa mudik, 47 persen diantaranya akan menggunakan jalur darat baik itu kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) maupun bus.

Diperkirakan, pemudik yang berangkat dari Jabodetabek sekitar 14,3 juta orang dan jumlah pemudik meningkat sekitar 45 persen dibandingkan tahun 2019 sebelum pandemi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel