Masyarakat Diprediksi Lebih Banyak Mudik Pakai Jalur Darat Tahun Ini

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Selama 2 tahun pandemi, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebaran. Sayangnya pencabutan larangan mudik tersebut tidak lantas membuat penjualan tiket perjalanan kereta api jarak jauh ludes terjual.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan per 19 April 2022 tiket kereta api yang terjual baru sekitar 1,1 juta dari 2,4 juta kursi yang disediakan.

"Jumlah ini baru sekitar 45 persen dari total kuota yang disiapkan sebanyak 2,4 juta tempat duduk," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Selasa (26/4).

Menurutnya di momentum libur lebaran tahun ini banyak masyarakat yang memilih mudik menggunakan jalur darat melalui jalan tol. Baik menggunakan kendaraan pribadi atau menumpang bus-bus karena lebih praktis, hemat dan mudah.

"Pada Lebaran tahun ini para pemudik diprediksi akan banyak menggunakan kendaraan pribadi dengan pertimbangkan lebih praktis, hemat, dan mudah untuk mengunjungi tempat-tempat wisata," kata dia.

Padahal di musim mudik tahun ini PT KAI akan mengoperasikan kereta tambahan mulai 24 April – 10 Mei 2022. Tercatat ada 92 perjalanan kereta api tambahan yang disiapkan.

Setidaknya rata-rata 6 perjalanan per harinya. Total kapasitas tempat duduk kereta api tambahan ini sebanyak 58.940 tempat duduk atau rata-rata 3.467 tempat duduk per hari.

Sementara itu penjualan tiket bus DAMRI pada masa Angkutan Hari Raya Idul Fitri (AHRI) sudah dimulai sejak H-30 Lebaran. Tercatat sampai tanggal 14 April 2022, penjualan tiket mudik telah mencapai 12.699 tiket.

Berdasarkan survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, terdapat 85,5 juta penduduk Indonesia yang akan melakukan mudik pada Lebaran 2022. Artinya ada 30 persen lebih penduduk Indonesia yang akan melakukan mobilitas antar daerah dalam waktu bersamaan.

Selain itu, data yang sama juga menunjukkan sebagian besar pemudik menggunakan moda kendaraan pribadi untuk perjalanan ke kampung halamannya. Jumlahnya sebesar 47 persen, atau sekitar 40 juta lebih orang. Kemudian disusul transportasi umum darat sebanyak 31 persen. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel