Masyarakat Indonesia Sangat Peduli Melawan Corona, Ini Buktinya

Ezra Sihite, Isra Berlian

VIVA – Pemerintah melalui Juru Bicara Penanangan COVID-19, Achmad Yurianto mengapresiasi kepedulian masyarakat Indonesia dengan sesama di tengah pandemi Corona  COVID-19 yang melanda Indonesia. 

"Kita bisa lihat aksi solidaritas di tengah masyarakat untuk menolong sesama di dalam masa kesulitan ini telah banyak dilakukan dan ini sebuah sikap yang terpuji," kata dia dalam konferensi pers di Gedung BNPB disiarkan via YouTube di Jakarta Timur, Minggu 26 April 2020. 

Yuri juga menyoroti, sikap kepedulian masyarakat Indonesia yang agar roda ekonomi masyarakat tetap bergerak dan berputar. Misalnya membantu tetangga membeli produk yang dijualnya sebagai bagian dari keyakinan kita roda ekonomi harus tetap berputar. 

"Banyaknya berbagai uluran tangan untuk bantuan kemanusiaan, sikap gotong royong sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti saat ini. Kita sedang diuji stamina sosial, kita sedang diuji. Kita tunjukkan kepada dunia kita tidak perlu merasa pesimistis apa pun pendapat orang lain kita yang berhak menentukan bahwa kita mampu," kata dia. 

Yuri juga menyebut, bahwa masyarakat Indonesia mampu menghadapi situasi seperti ini. Hal ini, kata Yuri terlihat dari fakta yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia selalu mampu untuk bersatu, selalu mampu untuk memikul tanggung jawab bersama, selalu memiliki dorong untuk memberikan kesempatan untuk menolong sesama.

"Kita mampu dan kita sudah teruji dalam banyak permasalahan dan kita memang bangsa yang tangguh untuk menghadapi permasalahan seperti ini. Inilah yang sudah kita buktikan dan ini menjadi ciri khas bangsa kita," kata Yuri. 

Di sisi lain, dia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, tidak mudik dan beribadah di rumah, untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus virus Corona di Tanah Air. 

"Kita tidak pernah tau siapa di luar rumah yang membawa. Orang tanpa gejala tetap bawa virus engga bisa bedakan dengan kasat mata. Oleh karena itu jangan keluar rumah, jangan bepergian, jangan mudik. Tidak ada yang menjamin perjalanan aman dan tidak tertular di perjalanan," kata Yuri.

Hingga sore hari ini tercatat ada penambahan 275 kasus positif sebanyak sehingga total kasus positif di tanah air mencapai 8.882. Sedangkan untuk pasien sembuh bertambah sebanyak 65 sehingga total pasien positif sebanyak 1.107 pasien dan kasus meninggal bertambah sebanyak 23 sehingga total kasus kematian menjadi 743 kasus.

Baca juga: Mensos Juliari Angkat Bicara usai Bupati Boltim Teriak Goblok