Masyarakat Inggris Beri Donasi Rp 1 Miliar untuk Keluarga Korban KRI Nanggala

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Inggris terutama komunitas kapal selamnya sangat tersentuh mendengar tragedi kapal selam KRI Nanggala.

Tragedi ini diberitakan di seluruh dunia dan menimbulkan simpati sangat dalam bagi para awak kapal selam dan keluarga mereka.

Masyarakat Inggris dan komunitas kapal selamnya menjawab panggilan badan amal Inggris "We Remember Submariners" untuk memberikan donasi bagi keluarga para korban, demikian disampaikan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari Kedubes Inggris, Kamis (7/10/2021).

Secara keseluruhan mereka telah mengumpulkan £53.000 (1 miliar rupiah) – yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga korban sejumlah £1000 (19.5 juta rupiah).

Donasi tersebut akan diserahkan kepada TNI oleh Duta Besar Inggris Owen Jenkins, dan penyelam Inggris yang sudah memiliki pengalaman selama 35 tahun, Matt Farr.

Donasi tersebut mencerminkan rasa solidaritas yang erat antara Angkatan Bersenjata Inggris dan Indonesia, dan niat yang kuat untuk saling mendukung dan bekerja sama. Tragedi Nanggala tidak hanya dirasakan di Indonesia, tetapi juga di Inggris – terutama oleh mereka yang pernah bekerja di laut.

Penyerahan donasi tersebut bertepatan dengan kunjungan Kapal Angkatan Laut Inggris HMS Richmond ke Indonesia pada tanggal 8-10 Oktober, menyatukan Angkatan Laut Inggris dan Indonesia, walaupun tetap menjaga jarak sesuai dengan protokol kesehatan, baik di laut – maupun di darat.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Program Pertukaran Budaya

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melempar karangan bunga ke laut pada Upacara Tabur Bunga di geladak heli KRI Dr. Soeharso 990 di perairan utara Pulau Bali, Bali, Jumat (30/4/2021). Upacara sebagai penghormatan terakhir bagi awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam medan tugas. (Juni Kriswanto/AFP)
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melempar karangan bunga ke laut pada Upacara Tabur Bunga di geladak heli KRI Dr. Soeharso 990 di perairan utara Pulau Bali, Bali, Jumat (30/4/2021). Upacara sebagai penghormatan terakhir bagi awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam medan tugas. (Juni Kriswanto/AFP)

Program Royal Navy dan TNI mencakup beberapa kegiatan pertukaran budaya – yang mencerminkan hubungan hangat antara Angkatan Laut dan rakyat Inggris dan Indonesia, serta kesediaan mereka untuk saling belajar dari satu sama lain.

Pelajar Indonesia yang belajar di Polimarin Semarang, PoliManado, PoliBatam dan PPNS Surabaya akan berkesempatan untuk bertemu secara virtual dengan para pelaut di HMS Richmond - termasuk insinyur, bagian navigasi, dan perwira senior perempuan.

Para siswa Indonesia tersebut saat ini sedang mengikuti pendidikan di bidang maritim dan keahlian kelautan yang didukung oleh program Pemerintah Inggris yaitu Skills for Prosperity (Keahlian untuk Kesejahteraan) yang pelaksanaannya bermitrakan dengan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Program ini akan membantu Indonesia meningkatkan keterampilan tenaga kerja kelautan yang inklusif, dan memperkuat kerja sama internasional dalam sektor maritim. Inggris mendukung sektor maritim Indonesia karena dapat membuat perbedaan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, meningkatkan perdagangan, dan mendukung kerja sama internasional. Para siswa akan memiliki kesempatan untuk mendengar dari para staf kapal yang berbeda dan mengajukan pertanyaan kepada awak kapal.

Tur terpisah secara virtual dari Kapal tersebut akan diberikan kepada para siswa dan pejabat TNI, yang keduanya dapat menjelajahi dan menyaksikan kapal fregat berteknologi tinggi Inggris. Selain itu, latihan olahraga militer oleh pelaut Angkatan Laut Inggris akan disiarkan melalui laman Instagram @UKinIndonesia pada Jumat sore, 8 Oktober 2021 pukul 16.00 WIB.

Masyarakat dapat berpartisipasi dari rumah – ini adalah salah satu cara yang populer di Inggris dalam menghibur diri selama pandemi. Para pelaut Inggris juga akan diajari cara melakukan tarian Poco-Poco dan Maumere yang telah mendunia bersama dengan prajurit TNI.

Makanan adalah bagian besar dari budaya sehingga para pelaut Inggris juga akan membuat dan menikmati hidangan klasik Indonesia, Nasi Goreng – selama mereka berada di Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel