Masyarakat Inggris Lantunkan "God Save the King" di Depan Istana Buckingham

Merdeka.com - Merdeka.com - Masyarakat Inggris berkumpul di depan Istana Buckingham, London setelah kematian Kematian Ratu Elizabeth II. Mereka menyampaikan penghormatan terakhir kepada ratu yang telah memimpin selama 70 tahun itu dan menyampaikan duka cita kepada keluarga kerajaan Inggris.

Ratu Elizabeth II meninggal dalam usia 96 tahun pada Kamis (8/9) sore di Kastil Baltimore.

Dikutip dari laman BBC, Jumat (9/9), masyarakat Inggris bersatu dan menyanyikan lagu Kerajaan Inggris yang telah diubah menjadi "God Save the King" (Tuhan Selamatkan Raja), yang sebelumnya berjudul "God Save the Queen". Anak pertama Ratu Elizabeth II, Charles otomatis naik takhta menggantikan ibunya, dengan gelar barunya, Raja Charles III.

Masyarakat Inggris terakhir berkumpul di depan Istana Buckingham untuk merayakan 70 tahun Ratu Elizabeth II bertakhta. Acara yang bernama ‘Platinum Jubilee' itu dimeriahkan berbagai artis, mulai dari grup band Queen hingga Alicia Keys.

Namun acara itu tidak dihadiri Ratu Elizabeth sebab kala itu Ratu sedang sakit. Dia saat itu diwakili Pangeran Charles.

Kematian Ratu Elizabeth II menyatukan masyarakat tanpa melihat latar belakang, mulai dari pekerja kantor hingga sopir taksi.

Jalanan Istana Buckingham juga dipenuhi taksi London yang berwarna gelap.

Kepada kantor berita Metro, Wagie (37) seorang sopir taksi mengatakan "wafatnya sang ratu merupakan momen yang menyedihkan bagi bangsa ini".

"Sebagai sopir taksi London, kami datang ke sini untuk memberikan penghormatan kami kepadanya," lanjutnya.

"Ini adalah hari yang menyedihkan. Bukan hanya saya, tapi seluruh bangsa, dia seperti ibu bagi seluruh bangsa."

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]