Masyarakat Kudus gelar tradisi "wiwit" kopi jelang panen

Masyarakat Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menggelar tradisi "wiwit" kopi atau memulai panen tanaman kopi karena pada bulan Juni hingga Agustus 2022 merupakan jadwal panen tanaman kopi, Kamis.

Menurut Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Colo Purbo Wiyanto di Kudus, tradisi "wiwit" kopi merupakan wujud ungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan hasil tanaman kopi yang melimpah.

Ritual wiwitan yang digelar dengan menyiapkan berbagai sesaji yang merupakan makanan tradisional seperti tempe, tahu, ayam, telor, nasi serta sayuran yang dibawa ke areal perkebunan kopi.

Setelah didoakan oleh tokoh agama setempat, lantas sesaji yang dibawa masyarakat tersebut dimakan bersama-sama.

Dengan dimulainya tradisi tersebut, maka menjadi penanda akan dimulainya panen raya tanaman kopi di kawasan Pegunungan Muria yang berada di Desa Colo.

Ia mengakui hampir semua tanaman kopi petani sudah terlihat berbuah merah sehingga sudah saatnya dipanen.

"Setidaknya bulan ini sudah bisa dimulai atau menunggu bulan Juli hingga Agustus 2022," ujarnya.

Para petani, kata dia, berdoa agar hasil panen tanaman kopi tahun ini juga melimpah, sehingga kesejahteraan petani bisa meningkat. Apalagi, komoditas tersebut kini tidak hanya diminati masyarakat lokal, melainkan dari berbagai daerah di Jateng.

Baca juga: Tiga pesona wisata memanen kopi di Kudus

Baca juga: Asa perajin kopi Muria Kudus di tengah pelonggaran PPKM

Baca juga: Festival Kopi Muria bakal jadi agenda rutin promosikan kopi Kudus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel