Masyarakat Mampu Konsumsi 33 Liter Pertalite per Bulan, Warga Miskin Hanya 17 Liter

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebut bahwa mayoritas penikmat BBM subsidi memang berasal dari golongan menengah atas. Padahal, konsumsi Pertalite dan Solar seharusnya diperuntukan bagi kelompok rentan dan membutuhkan.

"Jadi konsumsi Pertalite masyarakat mampu 33,3 liter per rumah tangga per bulan. Sementara yang tidak mampu 17,1 liter per rumah tangga per bulan," ungka Menteri Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (26/8).

Oleh karena itu, pemerintah memberi sinyal akan menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar.

Kebijakan itu dipertimbangkan untuk menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menjaga angka inflasi. Di mana per Juli 2022 sudah mencapai angka 4,94 persen secara tahunan (YoY).

"Itu juga memang untuk bisa mengurangi beban (anggaran untuk subsidi BBM). Tapi memang betul-betul untuk masyarakat yang memerlukan, sehingga penyalurannya tepat sasaran," ujar Menteri Arifin

Untuk pemberian BLT ini, pemerintah bakal menyalurkannya berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Opsi lainnya, dengan menggunakan data pelanggan listrik milik PT PLN (Persero).

Pembatasan Pembelian Pertalite

Selain penyaluran BLT, dia pun menjabarkan dua strategi lain terkait kebijakan harga BBM subsidi. Antara lain, pembatasan pembelian Pertalite dan Solar, serta kenaikan harga produk-produk tersebut.

Namun, pemerintah tak mau sembarang menaikan harga Pertalite dan Solar. Dalam hal ini, Arifin mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar putusan tersebut dihitung lebih seksama, sehingga dampaknya tidak terlalu menekan masyarakat luas.

"Pak Presiden Jokowi minta kita hitung hati-hati. Kita menghitung dari range paling bawah ke range paling tinggi (probablitas kenaikan harga Pertalite)," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]