Masyarakat Mulai Serbu Diler Mobil

·Bacaan 1 menit

VIVA – Otomotif merupakan salah satu industri yang sangat penting bagi Indonesia. Selain memiliki pasar yang masih terbuka lebar, sektor ini juga menjadi lahan bagi jutaan orang untuk mendapatkan penghasilan.

Saat pandemi mulai melanda tahun lalu, industri mobil terkena dampak yang sangat besar di mana terjadi penurunan angka penjualan sebesar lebih dari 45 persen.

Namun pada akhir 2020, daya beli masyarakat mulai pulih dan berefek pada naiknya penjualan unit di diler-diler. Hal ini terus berlanjut hingga 2021.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa pada Maret kemarin terjadi peningkatan yang sangat signifikan terhadap produksi maupun penjualan mobil secara retail.

Dari data yang ia sampaikan, terlihat pertumbuhan produksi kendaraan bermotor per April tahun ini sebesar 322 persen year on year. Sementara, jumlah penjualan retailnya tercatat 227 persen.

“Dari sisi produksi mulai terjadi kenaikan sejak Maret 2021. Untuk penjualan retail kendaraan bermotor, melonjak tinggi mulai Maret dan tetap terjaga di level 79.500 unit,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 26 Mei 2021.

Salah satu faktor pemicu kenaikan tersebut, kata Sri Mulyani adalah adanya insentif dari pemerintah berupa pembebasan pajak barang mewah atau PPnBM.

Khusus untuk beberapa tipe mobil, PPnBM dihapus seluruhnya hingga akhir bulan ini. Jika melakukan pembelian di Juni sampai Agustus, maka hanya dikenakan sebesar 50 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel