Masyarakat penerima dosis ketiga vaksin COVID-19 jadi 47,9 juta orang

Penerima dosis ketiga vaksin COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 47.952.208 orang setelah penambahan 246.063 orang menjalani vaksinasi ketiga sebagai booster atau penguat pada hari ini, menurut data yang dihimpun Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Dari data yang diterima di Jakarta pada Selasa, penerima dosis pertama juga mengalami penambahan 53.964 orang dan penerima dosis kedua 63.431 orang.

Dengan demikian sejauh ini total penerima suntikan pertama vaksin COVID-19 mencapai 200.920.692 orang dan vaksinasi kedua 168.159.857 orang.

Pemerintah menargetkan 208.265.720 penduduk Indonesia mendapatkan vaksin COVID-19 demi mendapatkan kekebalan komunal atau herd immunity dari penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Baca juga: Kemenkes: Peningkatan kasus COVID-19 terkini suatu hal wajar

Satgas Penanganan COVID-19 juga melaporkan adanya kasus baru COVID-19 di Tanah Air dengan 930 kasus baru terkonfirmasi pada hari ini. Penambahan itu disertai juga laporan 548 pasien pulih dan sepuluh orang meninggal dunia.

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan telah mengidentifikasi sejumlah situasi yang diduga menjadi faktor pemicu kenaikan laju kasus positif dan aktif COVID-19 selama beberapa pekan terakhir.

"Sampai saat ini belum bisa disimpulkan kenaikan kasus positif dan kasus aktif di Indonesia, tapi beberapa potensinya diidentifikasi," kata Wiku dalam konferensi pers virtual diikuti dari Jakarta, Selasa.

Beberapa situasi itu berkaitan dengan mobilitas penduduk yang terus meningkat, kedisiplinan protokol kesehatan yang terlihat longgar serta ancaman mutasi virus baru yaitu subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang sudah masuk Indonesia.

Baca juga: Muhaimin: Pemerintah optimalkan vaksinasi penguat cegah Omicron BA.4

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel