Mata Merah Salah Satu Gejala Virus Corona, Ini Penjelasannya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Banyak yang merasa bahwa infeksi virus corona hanya berdampak pada sistem pernapasan saja. Faktanya, banyak organ vital dalam tubuh lainnya yang dapat rusak akibat terinfeksi virus ini.

Benarkah mata merah salah satu gejala virus corona, ini penjelasannya

Ternyata mata merah juga salah satu faktor seseorang terkena virus corona. Virus ini akan berkumpul dan berkembang biak diselaput lendir, permukaan mata, hingga kelopak mata bagian dalam. Hal ini bisa memengaruhi penglihatan mata.

Hal ini terjadi akibat jaringan mata yang terinfeksi sehingga menimbulkan peradangan. Konjungtivitis dapat menjadi gejala COVID-19. Dari hasil data selama ini, diperkirakan seseorang yang mengidap COVID-19 dapat mengalami gejala berupa konjungtivitis sekitar 1 hingga 3 persen.

Gangguan ini terjadi saat virus menginfeksi jaringan mata yang disebut dengan konjungtiva. Bagian tersebut berguna untuk menutupi bagian putih mata atau bagian dalam kelopak mata. Hal tersebut dapat mengalami mata kemerahan, bengkak, serta gatal.

Jika anda mengalami konjungtivitis, bukan berarti secara langsung terdiagnosis COVID-19. Banyak penyebab jenis lainnya yang dapat menyebabkan gangguan iritasi pada mata. Namun, jika salah satu gejala COVID-19 ini terjadi secara bersama dengan demam, batuk, serta sesak napas, maka anda segera lakukan pemeriksaan kesehatan terkait virus corona. Dengan begitu, tindakan cepat dapat dilakukan untuk menanganinya.

Cara Melindungi Mata dari Gejala COVID-19 Konjungtivitis

Pencegahan virus corona yang umum diantaranya, selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker berlapis, tidak berkerumun, menjaga jarak, tidak melakukan banyak kegiatan diluar rumah agar tidak terinfeksi virusnya.

Untuk melindungi mata dari gejala COVID-19 konjungtivitis diantaranya memakai kacamata, dan penggunaan lensa kontak.

  1. Memakai Kacamata

Salah satu pencegahan agar tetesan virus corona tidak masuk ke dalam mata adalah dengan menggunakan kacamata. Lensa kacamata dapat menahan tetesan yang keluar dari orang lain. Hal ini perlu anda lakukan apabila anda sedang merawat seseorang yang sakit, terutama karena COVID-19, sebagai perlindungan lebih agar tidak ikut tertular.

  1. Penggunaan Lensa Kontak

Sejauh ini belum ada bukti jika menggunakan lensa kontak dapat meningkatkan risiko COVID-19 dibandingkan menggunakan kacamata. Namun, anda harus benar-benar memperhatikan kebersihan selama penggunaan dan perawatan. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum memasukkan ke tempatnya atau mengeluarkan sebelum dipakai.

Jangan menggosok mata setiap saat karena mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Selain itu, gunakan obat tetes sebagai pelembap agar dapat membantu untuk meredakan gatal yang dirasakan.
Disarankan untuk mencuci tangan selama 20 detik sebelum dan sesudah menyentuh bagian mata agar tidak menularkan orang lain jika terserang virus corona, tetapi masuk dalam golongan OTG.

Perbedaan mata merah akibat COVID-19 dan mata merah biasa

Ciri-ciri mata merah karena COVID-19

  • Mata kering

  • Muncul rasa nyeri yang hebat

  • Muncul kotoran mata dalam jumlah banyak

  • Pembengkakan selaput mata di sekitar kelopak

Ciri-ciri mata merah biasa

  • Mata kering

  • Muncul kotoran mata namun tidak terlalu banyak

  • Tidak ada pembengkakan di sekitar kelopak mata

Apabila anda mengalami masalah pada mata dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya untuk segera melakukan pemeriksaan terkait virus corona. Karena dampaknya tidak terasa dialami oleh diri sendiri, namun saat menulari orang lain dapat menimbulkan efek yang serius.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel