Mata Pelajaran IPA dan IPS Akan Digabung Pelajaran Lain

TEMPO.CO, Jakarta - Dua pelajaran siswa Sekolah Dasar yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) akan digabung dengan mata pelajaran lain. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Pengembangan Khairil Anwar Notodiputro, penggabungan dua mata pelajaran ini akan diberlakukan pada kurikulum baru yang akan diberlakukan di tahun ajaran 2013/2014.

"Bukan dihapus tapi dipandang belum perlu dipisahkan secara tegas IPA/IPS di SD," ucap Khairil ketika dihubungi Jumat, 28 September 2012. Khairil mengatakan sampai saat ini Kementerian masih membahasa pelajaran lain yang akan ditambahkan dengan IPA atau IPS.

Khairl mengatakan, dari hasil diskusi yang berkembang di kementerian, pelajaran di sekolah tingkat dasar akan lebih ditekankan kepada bagaimana membentuk anak yang disiplin, jujur dan bersih. Perubahan ini, ucap Khairil, sebagai akibat pengurangan jam belajar. Mata pelajaran yang nantinya diberikan kepada siswa SD adalah Pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Pancasila, Bahasa Indonesia dan Matematika dasar saja.

Penyederhanaan mata pelajaran ini tetap disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). Penilaian Pancasila misalnya, tidak bertumpu pada hapalan, tetapi juga penerapan dalam kehidupan sehari-hari. "Bagaimana budi pekerti itu ada di portofolio mereka," ucap Khairil.

Kebijakan baru ini mendapatkan kritikan dari Federasi Serikat Guru Indonesia. Sekjen FSGI Retno Listyarti mengatakan dua mata pelajaran ini (IPA dan IPS) sangat penting di level SD. Siswa-siswa mendapatkan dasarnya di SD, sementara ketika SMP dan SMA menerima pelajaran pengembanganya seperti Biologi, Fisika, Kimia atau Geografi, Sejarah dan Sosiologi.

Retno juga menyayangkan Kemendikbud hanya berfokus pada pengembangan budi pekerti. Ia menuturkan budi pekerti akan percuma diajarkan jika tidak disertai dengan contoh dari guru atau sekolahnya. Misalnya mengenai kejujuran, siswa diajarkan dan diminta untuk jujur sedangkan selama ini sekolah kurang transparan.

"Mengenai penggunaan keuangan sekolah, hanya kepsek dan orang-orangnya yang tahu, dan pastinya juga Tuhan," kata Retno. Ia memprediksi tidak transparan atau tidak jujurnya sekolah akan keuangan dikarenakan ada anggaran yang diselewengkan.

Kemendikbud saat ini sedang dalam tahap penggodokan kurikulum baru untuk SD hingga SMA yang akan diterapkan Juli tahun depan. Kurikulum ditargetkan selesai pada Maret 2013. Sampai saat ini, sekolah-sekolah yang ada masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006.

SUNDARI

Berita Terpopuler:

Remaja Pembacok Alawy Tertangkap di Yogyakarta  

Jokowi Pangkas 52 Persen Anggaran Pelantikan 

Tersangka Pembunuh Alawy Ternyata Anak Kos-kosan 

Ayah FR Pengusaha di Bali 

FR Pernah Terlibat Kasus Tawuran 2011 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.