Mataguru, Koleksi Refleksi Perjalanan Iwan Tirta Sebagai Maestro Budaya

Liputan6.com, Jakarta - “Mataguru adalah apresiasi kami pada sang maestro Iwan Tirta dalam membawakan batik hingga jadi suatu warisan budaya yang tetap relevan dari generasi satu ke generasi lain,” kata CEO IwanTirta Private Collection Widiyana Sudirman.

Koleksi Mataguru dalam pergelaran ini diartikan sebagai visi seorang Iwan dalam perjalanannya hingga jadi maestro budaya. Journey ini diceritakan sarat akan pembelajaran dan penyerapan makna dari berbagai sumber dalam menghadirkan karya-karya batik.

Juga, sebagai rupa adaptasi Iwan Tirta dalam mendistribusikan warisan budaya dengan implementasi tertentu agar tetap relevan.

Pada presentasinya, runway koleksi Mataguru di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019 dimulai dengan memperkenalkan tim senior IwanTirta Private Collection, di mana beberapa di antaranya pernah bekerja langsung bersama mendiang Iwan.

Koleksi Mataguru keluaran Iwan Tirta Private Collection. (Adrian Putra/Fimela.com)

Komitmen IwanTirta Private Collection dalam berkarya kian kentara dalam pemutaran film pendek Perjalanan Sehelai Kain yang telah diluncurkan pertama kali pada Hari Batik Nasional ke-10, 2 Oktober 2019.

Film pendek tersebut dibuat dengan tujuan mengedukasi khalayak bahwa batik adalah warisan budaya yang tercipta dari proses demi proses hingga akhirnya berwujud sebagai sehelai kain nan indah.

“Lebih dari itu, kami ingin memberikan gambaran bahwa proses membuat batik adalah tentang kerja sama. Setiap prosesnya dilakukan orang atau tim yang berbeda,” ungkap Widiyana.

Misi ini kemudian mendapat dukungan dari PermataBank. “PermataBank memahami benar arti filosofi yang terkandung dalam setiap karya batik. Demi melestarikan dan mendukung karya anak bangsa, PermataBank memberi apresiasi dengan menghadirkan penawaran eksklusif untuk Anda dan keluarga,” tutur Retail Banking Director PermataBank Djumariah Tenteram.

Lebih relate dengan gaya hidup sekarang, untuk pertama kalinya IwanTirta Private Collection bergabung dengan e-commerce. “Bagi kami, berkolaborasi dengan Iwan Tirta merupakan salah satu pencapaian yang positif dan membanggakan,” jelas Head of Fashion Category JD.ID Stephanie Susilo.

Parade Tiga Babak

Koleksi Mataguru keluaran Iwan Tirta Private Collection. (Adrian Putra/Fimela.com)

Implementasi kreasi Mataguru mengadaptasi konsep elemen pertunjukan wayang, yakni parade tiga babak, Talu, Adeg Jejer, dan Adeg Sabrang.

Pada babak Talu, koleksi ini didominasi motif Pohon Hayat dan Gunungan Kekayon yang diidentikkan sebagai simbol pembuka pada pertunjukkan wayang. Tampilannya fokus pada warna abu-abu.

Disambung babak Adeg Jejer yang didominasi motif dengan palet khas batik Keraton terkesan klasik, yaitu cokelat.

Rangkaian koleksi babak Adeg Jejer merupakan visualisasi perjalanan Iwan Tirta dalam mempelajari batik dari balik tembok Keraton Jawa. Motif Parang, Mangkuto, dan Gurdo, sebagaimana banyak ditemukan dalam simbol-simbol Keraton Jawa, tampak di sini.

Kemudian, ditutup dengan babak Adeg Sabrang yang menampilkan motif terpengaruh budaya Eropa dan Tiongkok. Stilasi bunga dan burung dalam kombinasi warna cerah jadi porsi utama dalam babak ini.

Adeg Sabrang juga tentang bagaimana Iwan Tirta mengadaptasi paparannya terhadap fashion internasional ke dalam batik tradisional.

Koleksi Mataguru keluaran Iwan Tirta Private Collection. (Adrian Putra/Fimela.com)

Gaya sartorial jadi highlight dalam 36 looks koleksi Mataguru. Melalui kombinasi material sutra satin dan sutra tenun dengan sentuhan tulle, IwanTirta Private Collection menyampaikan konsep batik yang modern.

Rangkaian koleksi pakaian perempuan ditampilkan dalam sederet pilihan kombinasi dress dan outer. Pada beberapa look terlihat pula padanan outer dengan celana yang cocok untuk tampilan trendy

Pergelaran koleksi Mataguru dipercantik dengan aksesori dari Rinaldy Yunardi, seperti brooch, oversized earrings, dan clutch.

Sedangkan untuk koleksi lelaki masih didominasi kemeja yang tampil dalam variasi motif utama Mataguru. Styling-nya berupa kombinasi etnik modern, yaitu coat, sarung, hingga celana pendek, untuk look formal yang edgy.

Seluruh tampilan koleksi pakaian lelaki disempurnakan koleksi sepatu dari Mario Minardi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: