Matahari Putra Prima Bidik Dana Rp 890,11 Miliar dari Rights Issue

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT VI) dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/10/2021), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menawarkan sebanyak-banyaknya 1.171.200.788 saham biasa dengan nilai nominal Rp 50.

Jumlah saham yang ditawarkan itu 13,46 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Harga pelaksanaan rights issue Rp 760 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana sebanyak-banyaknya Rp 890,11 miliar dari rights issue.

Dalam pelaksanaan rights issue ini, setiap pemegang 45 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham pada 7 Desember 2021 berhak mendapatkan tujuh HMETD. Satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam pelaksanaan rights issue perseroan dengan sejumlah saham yang nilainya setara dengan sebanyak-banyaknya Rp 720 miliar.

PT Multipolar Tbk akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya sesuai dengan porsi pada tanggal daftar pemegang saham yang berhak untuk peroleh HMETD sejumlah 369.985.381 saham baru.

Adapun pemegang saham perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya, proporsi kepemilikan sahamnya dalam perseroan akan alami penurunan atau dilusi hingga maksimal 13,46 persen.

Sebelum rights issue, pemegang saham MPPA antara lain PT Multipolar Tbk sebesar 31,59 persen, Anderson Investment Pte Ltd sebesar 18,14 persen, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar 6,74 persen dan masyarakat 43,53 persen.

Perseroan berencana untuk mengeluarkana tau mencatatkan saham dan/atau efek lain yang dapat dikonversikan menjadi saham dalam waktu 12 bulan setelah tanggal efektif sehubungan dengan pelaksanaan penambahan modal tanpa HMETD.

Dana hasil rights issue antara lain sekitar 16,9 persen untuk membayar sebagian pokok utang perseroan kepada BNI dan Bank CIMB Niaga, sekitar 8,5 persen untuk belanja modal perseroan, dan sekitar 74,6 persen untuk modal kerja perseroan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadwal Indikasi

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 9 September 2021

Indikasi Tanggal Efektif : 25 November 2021

Indikasi Tanggal Cum HMETD pada perdagangan

- Pasar Reguler dan Negosiasi : 3 Desember 2021

- Pasar Tunai : 7 Desember 2021

Indikasi Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Negosiasi : 6 Desember 2021

- Pasar Tunai : 8 Desember 2021

Indikasi Tanggal Terakhir Pencatatan dalam DPS yang Berhak HMETD : 7 Desember 2021

Indikasi Tanggal Distribusi SBHMETD : 8 Desember 2021

Indikasi Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia : 9 Desember 2021

Indikasi Periode Perdagangan HMETD : 9 – 10, 13 – 15 Desember 2021

Indikasi Periode Pelaksanaan (Pendaftaran, Pemesanan, dan Pembayaran) HMETD: 9 – 10, 13 – 15 Desember 2021

Indikasi Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 13 – 17 Desember 2021

Indikasi Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 17 Desember 2021

Indikasi Tanggal Penjatahan Efek Tambahan : 20 Desember 2021

Indikasi Tanggal Pembayaran Penuh oleh Pembeli Siaga : 21 Desember 2021

Indikasi Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 22 Desember 2021

Indikasi Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 22 Desember 202

Gerak Saham MPPA

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Oktober 2021, saham MPPA turun 2,29 persen ke posisi Rp 640 per saham. Saham MPPA berada di level tertinggi Rp 700 dan terendah Rp 615.

Total frekuensi perdagangan 11.601 kali. Total volume perdagangan 1.445.646. Nilai transaksi Rp 96,9 miliar.

Berdasarkan data RTI, sepanjang 2021, saham MPPA melonjak 509,52 persen ke posisi Rp 640 per saham. Saham MPPA berada di level tertinggi Rp 1.275 dan terendah Rp 85 per saham. Total volume perdagangan 18.213.678.321. Total frekuensi perdagangan 1.114.073.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel