Mataram akan tata ulang Pantai Ampenan duplikasi kosep Kota Tua

Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menata ulang secara masif objek wisata Pantai Ampenan agar layak menjadi destinasi wisata unggulan yang aman, nyaman, dan indah dengan menduplikasi konsep kearifan lokal Kota Tua di kawasan itu.

"Untuk menjadikan Pantai Ampenan sebagai destinasi wisata unggulan, kami harus tata ulang, baik lapak pedagang kaki lima, pedestrian, maupun bangun-bangunan di sekitarnya," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram Jumat.

Menurut rencana, penataan objek wisata Pantai Ampenan konsepnya tidak jauh berbeda dengan Taman Loang Baloq, sebab sama-sama berada di pinggir pantai. Hanya saja, untuk Pantai Ampenan konsepnya lebih mengedepankan Kota Tua Ampenan.

"Jadi konsep-konsep bangunannya menduplikasi bangunan-bangunan tua bersejarah di sekitarnya," katanya.

Baca juga: Anies Baswedan bersama delegasi U20 kunjungi objek wisata Kota Tua

Karenanya, lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang ada saat ini akan diubah dan ditata kembali agar semua menghadap ke arah pantai. begitu juga dengan plaza, taman, pedestrian, serta fasilitas-fasilitas pendukung lainnya bermuatan kearifan lokal Kota Tua.

"Desain kami akan siapkan di tahun 2023. Sekarang kami masih mencari sumber anggaran untuk penataan objek wisata Pantai Ampenan dengan asumsi kebutuhan sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar," katanya.

Denny mengatakan, untuk mendukung penataan Pantai Ampenan, tahun ini Dispar telah melakukan penataan sebuah bangunan tua di bagian pojok Taman Jangkar Ampenan menjadi ruang kreatif sekaligus bisa menjadi destinasi wisata kota tua di daerah ini.

Penataan bangunan tua yang sudah menjadi milik Pemerintah Kota Mataram dimaksudkan juga untuk memberikan motivasi kepada para pemilik bangunan tua di sekitarnya agar mau menata bangunan miliknya secara mandiri.

"Penataan ruang kreatif sudah kami mulai dengan mengecat bangunan dengan warna yang lebih menarik dan unik," katanya.

Baca juga: Mengubah bekas tambang menjadi objek wisata di pulau timah

Sebagai pelengkap, di bagian atas luar gedung tua itu akan dipasang jam dinding dengan ukuran besar sehingga memudahkan masyarakat maupun wisatawan yang berada di sekitar areal tersebut sekaligus menjadi identitas kawasan Kota Tua Ampenan

"Kami tata dan percantik hanya bagian luar bangunan saja, sedangkan bagian dalamnya masih utuh," katanya.

Terkait dengan para pedagang durian yang berada di Taman Jangkar, kata Denny, direncanakan akan direlokasi karena dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga akan melakukan penataan Taman Jangkar.

"Dengan demikian, penataan bangunan tua sebagai ruang kreatif bisa terintegrasi dengan Taman Jangkar yang juga merupakan satu sejarah Kota Tua Ampenan," katanya.