Mati Lampu Lagi, PLN Pontianak Amburadul

TRIBUNNEWS.COM , PONTIANAK - Warga di Jl Sungai Raya Dalam, Kota Pontianak, mengeluhkan pelayanan PT PLN Cabang Pontianak yang amburadul selama bulan suci Ramadan.

Aliran listrik berkali-kali putus, justru pada saat-saat krusial seperti jam buka puasa dan waktu salat tarawih. Devi Adisty, warga Kompleks Cendana Agung, Jl Sungai Raya Dalam, menelepon redaksi Tribunpontianak.co.id,  sekitar pukul 15.50 WIB, Sabtu (27/7/2013), menyampaikan aliran listrik ke rumahnya terputus. Hal yang sama dialami warga lainnya di Jl Serdam, dan kemungkinan di wilayah lain di Pontianak.

"Prsiapan buka puasa terganggu. Kami terpaksa beli makanan di rumah makan depan kompleks karena tidak bisa masak," tuturnya.

Kondisi lebih parah dialami pada Jumat (26/72013) petang, karena listrik padam tepat ketika waktu buka puasa. "Kami sekeluarga buka puasa diterangi lilin," ceritanya.

Devi menambahkan, sebelumnya juga listrik padam tepat waktu salat tarawih. "Kami sedang salat di masjid, listrik padam. Masjid tidak ada generator," tuturnya.

Call Center PLN ketika dihubungi justru hanya memperdengarkan kalimat "mohon maaf, nomor yang Anda tuju sedang sibuk". Ditelepon berkali-kali, tetap tidak bisa.

"Sungguh pelayanan yang amburadul justru ketika memasuki bulan puasa. Ada apa ini?" kata Devi.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari PLN apa penyebab listrik kerap padam selama Ramadan in. Termasuk, mengapa Call Center selalu nada sibuk, sulit dihubungi ketika listrik padam.

Baca Juga:

Mati Lampu Lagi, PLN Pontianak Amburadul

Bisnis Es Dawet yang Menyegarkan

"Pak Presiden, Tolong Bukakan Gerejanya!"

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.