Matikan AC Mobil saat Hujan, Akibatnya Bisa Fatal

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Saat mengemudi di tengah hujan lebat, ada beberapa orang yang tidak tahan dengan udara dinginnya. Mereka kemudian mematikan AC mobil, berharap tubuh jadi sedikit lebih nyaman dan mengurangi keinginan untuk ke toilet.

Sayangnya, hal itu justru bisa berakibat fatal. Dengan mematikan AC mobil, maka kaca akan berembun dan pandangan pengemudi ke arah luar menjadi tidak jelas.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Seva.id, Senin 9 November 2020, embun pada kaca mobil terjadi karena adanya perbedaan kelembapan dan suhu. Saat hujan, suhu di luar lebih rendah ketimbang di dalam mobil.

Masalahnya, udara di dalam kabin terjebak karena semua kaca tertutup. Adanya selisih suhu membuat terjadinya penguapan udara yang lembap di dalam mobil.

Sifat kaca yang mudah menghantarkan panas membuat bagian ini jadi pertemuan antara suhu luar dan dalam kabin, sehingga terjadi pengembunan.

Cara paling mudah untuk mencegah itu tidak terjadi, adalah memastikan bahwa suhu di dalam kabin sama rendahnya dengan di luar. Jadi, tetap hidupkan AC mobil namun atur agar suhunya tidak terlalu dingin agar terasa nyaman.

Jangan arahkan angin dari lubang AC ke kaca, karena itu juga bisa membuat proses pengembunan jadi lebih cepat. Biarkan kisi mengarah ke tengah dan belakang kabin.

Sementara untuk kaca belakang, yang bisa dilakukan adalah mengaktifkan defogger. Perlu diingat bahwa fitur ini bisa membuat kaca pecah, apabila diaktifkan dalam kondisi tidak hujan. Jadi, hanya gunakan ketika kaca belakang tertutup embun saja.

Baca juga: Deretan Motor Canggih Bakal Diproduksi di Indonesia