Mau Bakar Anaknya, Ayah di Depok Malah Bakar Istri

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang ibu rumah tangga di kawasan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban bernama Eva (27) yang dibakar oleh suaminya sendiri. Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuh.

Madroi (60), tetangga korban mengatakan, pasangan suami istri tersebut memang kerap cekcok. Namun keributan beberapa hari lalu menjadi yang terparah karena korban sampai minta tolong padanya.

"Emang dia suka ribut, kirain ribut biasa jadi saya enggak perhatiin. Pas itu udah manggil ncang ncang dia manggil ncang. Dia lakinya sudah enggak ada," katanya, Kamis (1/9).

Dia mengaku kaget ketika melihat korban yang sudah terbakar di dalam rumah. Korban masih dalam kondisi sadar saat itu.

Kemudian Madroi langsung memanggil kerabat korban untuk dibawa ke rumah sakit. Dia mengaku tidak tahu penyebab keributan pasutri tersebut.

“Api udah enggak ada sudah disiramin. Langsung saja dibawa ke rumah sakit. Kurang tahu, mungkin ekonomi. Waktu itu ribut-ribut, enggak perhatiin tiba-tiba ribut, udah biasa,” ungkapnya.

Mardroi mengaku tidak tega melihat kondisi korban. Badan korban sudah melepuh dan kulitnya terkelupas. Dikatakan, pasutri tersebut baru satu bulan mengontrak di lokasi. Mereka memiliki tiga anak yang masih kecil.

“Pas saya longok yang di bangku ada satu kalau enggak salah yang kedua. Terus anaknya yang paling tua lagi nyiramin api. Dia juga kebakar, anaknya nyiramin air ke ibunya. Kalau enggak salah ada ipar atau keponakan yang bantu nyiramin. Anaknya nangis,” ceritanya.

Kasat Reskrim Polrestro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, kasusnya masih ditangani lebih lanjut. Awalnya yang hendak dibakar oleh pelaku adalah anaknya. Namun dilindungi oleh oleh ibunya sehingga yang kena adalah ibunya.

“Terkena ibunya, karena yang mau dibakar pertama kan anaknya tapi ibunya ngelindungin,” katanya.

Saat ini sudah empat saksi yang diminta keterangan. Yaitu ibu korban, anak korban, sepupu korban dan teman korban. Pelaku sendiri masih melarikan diri.

“Ancamannya UU KDRT,” pungkasnya. [fik]