Mau Bikin Aplikasi Mobile Versi Baru, Roblox Cabut Sementara dari Tiongkok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Roblox mengumumkan penutupan versi Tiongkok dari aplikasi mobile mereka untuk iOS dan Android, atau yang dikenal sebagai LuoBuLeSi.

Aplikasi ini dirilis selama lima bulan, sebagai uji coba Roblox dalam kemitraan mereka dengan perusahaan game asal Tiongkok yaitu Tencent.

Meski begitu, dilaporkan bahwa aplikasi ini tengah dalam pembangunan kembali dan punya potensi untuk diluncurkan ulang di Negeri Tirai Bambu di kemudian hari.

Mengutip The Verge, Senin (10/1/2022), aplikasi Roblox secara resmi dicabut dari toko aplikasi pada 8 Desember 2021 lalu, dan juga telah diumumkan di situs bahasa China Roblox.

Dalam pengumumannya saat itu, Roblox mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah menguji aplikasi tersebut.

James Kay, Juru Bicara Roblox, menyebut peluncuran versi Tiongkok tahun lalu memiliki visi untuk "membangun dunia virtual pengalaman 3D yang imersif di China yang telah kami uji dan ulangi selama ini."

"Sangat penting bahwa kami sekarang melakukan investasi yang diperlukan, termasuk dalam arsitektur data kami, untuk mewujudkan visi jangka panjang kami untuk LuoBuLeSi," kata Roblox menambahkan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Membangun Aplikasi Lain

Tangkapan layar Roblox (YouTube Roblox)
Tangkapan layar Roblox (YouTube Roblox)

Terkait pencabutan aplikasi Roblox, Kay mengungkapkan, sejumlah tindakan sementara yang dianggap penting diperlukan ketika platform bersiap membangun versi aplikasi yang lain.

Meski begitu, dia tidak mengungkapkan lebih lanjut kapan versi baru akan dirilis. Perusahaan pun bakal mengumumkannya ketika saatnya tiba.

Dikutip dari Engadget, keputusan penghentian sementara ini jelas mendapat respons yang kurang baik dari para pemainnya. Beberapa dari mereka merasa pemberitahuan dirilis di waktu yang sangat singkat.

Selain itu, para pemain juga tidak mendapatkan klaim resmi bahwa mereka telah memainkan versi uji coba, dan menyebut masih bisa menghabiskan uang sungguhan.

Hadapi Regulasi yang Ketat

Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Anak di bawah 18 tahun di China kini dilarang bermain game online dari hari Senin sampai Kamis. (GREG BAKER/AFP)
Seorang pria bermain game komputer di sebuah kafe internet di Beijing, China, Jumat (10/9/2021). Anak di bawah 18 tahun di China kini dilarang bermain game online dari hari Senin sampai Kamis. (GREG BAKER/AFP)

Mengutip Tech Crunch, pada Mei 2019, Roblox dan Tencent mengumumkan kemitraan di mana Roblox memegang 51 persen saham pengendali dan Tencent dengan 49 persen.

Pada Juli 2020, LuoBuLeSi meluncurkan versi uji coba di Android, yang secara eksplisit mengatakan akan menghapus arsip pengguna saat periode pengujian telah berakhir.

Saat dirilis di Tiongkok, Roblox memang tidak lepas dari berbagai tantangan. Financial times menyebut, mereka sudah berhadapan dengan Reworld milik ByteDance.

Selain itu, mereka juga harus menghadapi regulasi Tiongkok itu sendiri meski memasarkan game-nya sebagai game edukasi, sehingga membuatnya harus melakukan beberapa sensor pada fitur-fiturnya.

Sebelumnya, Epic Games juga menghentikan pengujian Fortnite di Tiongkok tanpa banyak penjelasan, meski game tersebut sudah melakukan modifikasi besar-besaran demi mematuhi aturan konten yang ketat.

(Dio/Isk)

Infografis Dampak Bermain Game Berlebihan

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel