Mau Bisnis Motor Bekas Bareng Adira?

Otosia.com -

Motor bekas ternyata bukan barang yang dipandang sebelah mata. Adira sendiri membuktikannya, termasuk lewat rutinitas mereka membuka stan di PRJ Kemayoran pada tahun ini.

Motor-motor sport seperti Ninja dan CBR tetap memiliki daya tarik walaupun berstatus motor bekas. Adira menyebut bahwa hal ini tak lain dalam menunjang hobi dan gengsi. Untuk menyikapi hal ini pun mereka bekerja sama dengan dealer motor bekas.

Apakah dengan demikian Anda melihat peluang dan ingin gabung berbisnis dengan Adira? Mereka pun memberikan sejumlah syarat dan bocoran soal sistem pendanaan.

"Syarat bagi dealer. Mereka bersedia mengikuti program-program Adira. Mereka bersedia memberikan motor yang berverifikasi kepada masyarakat. Mereka bersedia mengikuti aturan-aturan Adiralah semuanya. Dananya bagaimana? Oo kita paruh-paruh, fifty-fifty sama mereka," beber Antonius Danny Hendarko, General Manager Multi Brands New Motorcycle Marketing Div Head Adira Finance.Bisnis Mobkas AdiraBisnis Mobkas Adira

Adira dalam menyediakan pembiayaan untuk motor bekas secara total di seluruh Indonesia sudah bekerja sama dengan sekitar 4.000 titik outlet. Dalam pandangannya, pasar motor bekas pun merupakan bisnis yang potensial dalam menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai lapisan.

Bisnis Mobkas Adira

Adapun soal kualitas motor, hal itu diserahkan kepada investor selaku pemilik dealer. Adira memperoleh motor-motor bekasnya berdasarkan kerja sama dengan sejumlah dealer yang mereka bina. (kpl/why/rd)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.