Mau Conte Gantikan Arteta, Itu Bukan Urusan Gampang Arsenal!

VIVA – Masa depan Mikel Arteta di Arsenal dipertanyakan. Usai kalah di laga perdana Premier League melawan tim promosi, Brentford, terus muncul desakan agar manajer asal Spanyol tersebut dipecat.

Arteta dianggap tidak becus. Dia telah gagal membangun dan membangkitkan performa The Gunners.

Sebagai besar fans Arsenal sudah jengah. Tak heran bila kemudian mencuat seruan #ArtetaOut.

Sebuah hal yang sudah dipahami pula oleh manajemen. Meski belum mengambil keputusan soal Arteta, namun mereka diyakini telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Dengan kata lain, bila Arteta memang harus didepak, Arsenal sudah tahu siapa yang cocok menggantikannya. Laporan FootbalLondon, rupanya kini mereka melirik Antonio Conte.

Saat ini Conte sedang ngangur, atau tidak punya pekerjaan melatih tim. Dia sebelumnya mundur dari jabatan arsitek tim usia membawa Inter Milan juara Serie A.

Seharusnya tidak ada masalah bila memang Arsenal mau mendatangkan Conte. Dia sudah tidak tersangkut dengan tim mana pun. Kedua pihak bisa langsung melakukan negosiasi.

Cuma bila menilik ke belakang, tetap saja memboyong Conte bukan perkara gampang. Arsenal harus pandai melobi, khususnya dalam hal prospek ke depan tim.

"Obsesi saya bukan uang. Saya mau mengambil proyek meyakinkan saja, jika tidak, saya hanya akan katakan terima kasih. Tidak masalah itu menjadi tantangan tersulit, namun saya mau proyek yang meyakinkan," kata Conte beberapa waktu lalu.

Layak dicatat, keputusan Conte mundur dari Inter pada Juli lalu salah satunya karena dia merasa visi klub sudah tidak jelas. Pemilik memutuskan memangkas pengeluaran dan malah mau menjual aset tim, yakni para pemain.

Lalu Conte sempat akan digaet Tottenham Hotspur. Tapi semuanya kembali batal. Sebab dia tidak sepaham dengan petinggi di sana yang ogah mengikuti kemauan memboyong sejumlah pemain bagus bisa bergabung.

Bahkan dulu di Juventus, Conte juga memutuskan mundur dari jabatan pelatih setelah tiga musim beruntun membawa ‘Si Nyonya Tua’ merebut Scudetto. Alasannya, karena tidak senang dengan kebijakan Presiden Andrea Agnelli soal investasi tim.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel