Mau Jualan Online di Masa Resesi, Ini Barang yang Cepat Laku

Krisna Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Indonesia saat ini masuk dalam masa resesi, di mana ekonomi masyarakat selama dua periode terus terkoreksi.

Hal ini membuat beberapa perusahaan memutuskan, untuk merumahkan sebagian karyawannya. Tentu ini bukan kabar yang baik, namun mereka juga tidak memiliki pilihan.

Tak jarang karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja, akhirnya memilih untuk berwiraswasta. Adanya kemajuan teknologi, memungkinkan mereka menjalankan bisnis secara online.

Tapi, banyak yang tidak tahu dari mana harus memulainya. Mereka bingung, barang apa yang cocok untuk dijual secara online dan dibutuhkan oleh konsumen selama masa resesi seperti saat ini.

Dilansir dari laman Dusdusan, Selasa 10 November 2020, setidaknya ada tiga jenis barang yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat dan dibeli secara online.

Pertama adalah makanan, terutama yang kondisinya beku. Dengan menyetok jenis makanan ini, konsumen jadi punya banyak waktu untuk bekerja dan mengurus keluarga.

Barang kedua adalah yang berkaitan dengan kesehatan, seperti vitamin. Adanya pandemi membuat banyak orang ingin tetap menjaga kesehatan tubuh, dan membutuhkan asupan yang sehat serta bergizi.

Terakhir, peralatan yang diperlukan oleh bayi. Orangtua akan lebih memprioritaskan si kecil, ketimbang menghabiskan uang untuk berbelanja kebutuhan pribadi.

Sebagai informasi, Dusdusan yang sudah hadir selama 6 tahun di Indonesia baru saja mengganti logo dengan tagline ‘Lebih Baik di Sini.’ Mereka juga mengadakan giveaway berhadiah puluhan juta rupiah, paket bundling produk, voucher belanja hingga jutaan rupiah, Flash Sale produk, serta Lucky Dip.

Masyarakat juga dapat menikmati promo daftar reseller Rp99 ribu berlaku 2 tahun (normal 1 tahun), dan perpanjangan masa anggota hanya dengan Rp10 ribu (normal Rp100 ribu).

“Ke depannya kami akan terus melakukan ekspansi kategori produk, percepat peningkatan jumlah reseller dan
berkomitmen meningkatkan kualitas reseller dengan berbagai program pelatihan,” ujar CEO merangkap Co-Founder Dusdusan, Christian Kustedi.

Baca juga: