Mau Kerja di Startup, Ini yang Perlu Gen Z Perhatikan!

Merdeka.com - Merdeka.com - Ekonom INDEF, Nailul Huda mengatakan badai PHK di beberapa startup lokal diperkirakan masih akan berlanjut. Kesulitan pendanaan dan kebutuhan akan efisiensi biaya menjadi dua sebab musabab dari adanya PHK karyawan.

"Persaingan yang ketat di beberapa sektor industri digital juga turut menyebabkan musim dingin industri startup digital lokal," kata Huda kepada Merdeka.com, Selasa (20/9).

Di satu sisi, bekerja di startup bisa dibilang dambaan generasi millennial maupun Z. Pola kerja yang dinamis, menjadi harapan mereka menambatkan keinginannya berkarya di sana.

Lalu, bagaimana generasi millennial maupun Z menyikapi hal ini?

Menurut Nailul, tak masalah jika anak-anak muda ingin berkarya di perusahaan startup. Terlebih bagi generasi millennial maupun Z yang ingin mencicipi dunia startup.

Hanya saja, Ia mengingatkan bahwa bekerja di sebuah perusahaan rintisan digital, tentu harus menyadari konsep dari startup. Paham atas konsekuensi ketika kelak terjadi PHK.

"Startup itu kan bisa jadi ‘baru mau tumbuh’ jadi jangan berharap lebih kepada perusahaan yang baru mau tumbuh. Kecuali perusahaan tersebut sudah mapan," ungkap dia.

Menurut Nailul, perusahaan yang sudah mapan pun masih dapat memutus hubungan kerja kepada karyawannya.

"Bahkan perusahaan mapan pun masih bisa mem-PHK karyawannya. Jadi, pelajarilah hubungan kerja antara karyawan dengan perusahaan termasuk ketika proses PHK," ujar dia. [faz]