Mau Nonton Langsung Piala Dunia 2022 di Qatar? Jangan Bawa Barang-Barang Ini!

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 akan dimulai besok, Minggu (20/11/2022). Qatar akan menjadi destinasi bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendukung tim kesayangannya secara langsung.

Namun, penggemar yang akan datang ke Qatar untuk menyaksikan Piala Dunia 2022 harus hati-hati karena banyak aturan yang harus ditaati, termasuk larangan membawa barang-barang yang dinilai haram di Qatar.

Piala Dunia adalah sebuah turnamen empat tahunan yang memang menjadi panggung tertinggi sepak bola di planet bumi. Jadi sudah pasti para penggemar sepak bola menantikannya dan bahkan mencoba untuk datang langsung ke negara penyelenggara.

Namun, tahun ini semangat para suporter tampaknya bakal banyak berkurang. Sejumlah alasan menjadi penyebab, termasuk turnamen kali ini diselenggarakan pada tengah musim dan bukan saat kompetisi, khususnya di Eropa, sudah berakhir.

Kemudian ada pula sejumlah kontroversi yang berkembang terkait penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, yang pasti membuat banyak penggemar malas datang adalah karena sejumlah aturan yang diterapkan di sana selama Piala Dunia berlangsung.

Benda yang Haram Dibawa ke Qatar

Warga berkumpul menyaksikan proyeksi logo resmi Piala Dunia 2022 yang ditampilkan di sebuah gedung di pasar tradisional Souq Waqif, ibu kota Qatar di Doha, Selasa (3/9/2019). Lambang itu juga diluncurkan secara serentak di 24 kota besar lainnya di seluruh dunia. (Photo by - / AFP)
Warga berkumpul menyaksikan proyeksi logo resmi Piala Dunia 2022 yang ditampilkan di sebuah gedung di pasar tradisional Souq Waqif, ibu kota Qatar di Doha, Selasa (3/9/2019). Lambang itu juga diluncurkan secara serentak di 24 kota besar lainnya di seluruh dunia. (Photo by - / AFP)

Namun demikian akan tetap ada banyak fans yang berangkat ke Qatar untuk menyaksikan dan mendukung langsung tim nasional negaranya bertanding di Piala Dunia 2022.

Sayangnya, para fans tersebut tak bisa datang begitu saja tanpa memenuhi sejumlah aturan yang ditetapkan pemerintah setempat.

Satu di antaranya adalah larangan untuk membawa benda-benda yang dinilai haram di Qatar, seperti minuman-minuman beralkohol.

Kabar tersebut dilansir oleh Daily Star. Selain itu para fans tersebut juga dilarang membawa alat bantu seks, materi-materi berbau pornografi, hingga produk-produk yang mengandung babi.

Laporan itu menyebut para fans nanti akan digeledah di sebelum masuk ke Qatar, khususnya di bandara. Jika ditemukan adanya benda-benda tersebut, maka petugas akan menyitanya dan tak akan mengembalikannya.

Tak cuma itu, masih ada beberapa barang lain yang kabarnya dilarang dibawa masuk ke Qatar. Fans tak akan diperbolehkan membawa rokok elektronik atau vape dan bahkan pakaian-pakaian yang dianggap minim.

Namun, ada juga kans fans yang datang bisa masuk bui alias penjara. Hal itu akan dilakukan jika ada yang kedapatan membawa barang-barang selundupan.

Penjualan Bir Dibatasi

Orang-orang melintasi layar yang menampilkan logo Piala Dunia Qatar 2022, di jalanan New Arbat, pusat kota Moskow di Rusia, Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Qatar dan kota-kota besar seluruh dunia. (AP Photo/Pavel Golovkin)
Orang-orang melintasi layar yang menampilkan logo Piala Dunia Qatar 2022, di jalanan New Arbat, pusat kota Moskow di Rusia, Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Qatar dan kota-kota besar seluruh dunia. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Biasanya saat Piala Dunia dilangsungkan, akan ada fans yang akan berpesta. Tidak jarang pesta digelar dengan adanya bir maupun minuman-minuman beralkohol lainnya.

Namun, di Qatar nanti, penjualan bir akan dibatasi. Laporan dari Reuters menyebut bir akan dijual hanya tiga jam sebelum kickoff dan satu jam setelahnya.

Selama laga berlangsung, tak akan ada minuman berakohol yang boleh diperjualbelikan. Bir juga tak akan dijual di dalam stadion.

Penjualannya hanya boleh dilakukan di titik-titik tertentu saja di sekitar stadion. Persyaratan ketat penjualan bir ini juga diberlakukan di FIFA Fan Zone yang merupakan titik bagi para penggemar yang tidak memiliki tiket pertandingan di stadion dan ingin menyaksikan bersama-sama laga Piala Dunia 2022.

Bir hanya bisa dijual dari pukul 18.30 petang hingga pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Namun fans masih bisa mendapat minuman-minuman beralkohol di hotel-hotel yang ada di Qatar. Namun, tentunya harganya tak akan murah.

 

Perubahan Aturan

Logo resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 diluncurkan di sebuah layar raksasa di Madrid pada Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Doha dan kota-kota besar seluruh dunia. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)
Logo resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 diluncurkan di sebuah layar raksasa di Madrid pada Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Doha dan kota-kota besar seluruh dunia. (Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)

Namun, hanya dua hari sebelum Piala Dunia 2022 digelar, ada perubahan aturan terkait penjualan bir tersebut. Pemerintah Qatar tak mau ada bir yang dijual di sekitar stadion.

Sebuah pernyataan dari FIFA menegaskan bahwa bir dan minuman beralkohol lainnya akan tetap tersedia di area fan zone, tapi suporter yang menghadiri pertandingan di stadion - kecuali area perusahaan tersebut - tidak dapat membeli minuman tersebut.

"Setelah diskusi antara otoritas negara tuan rumah dan FIFA, keputusan telah dibuat untuk memfokuskan penjualan minuman beralkohol pada festival penggemar FIFA, tujuan penggemar lainnya dan tempat berlisensi, menghapus titik penjualan bir dari perimeter stadion Piala Dunia FIFA 2022 Qatar."

"Tidak ada dampak terhadap penjualan Bud Zero yang akan tetap tersedia di semua stadion Piala Dunia Qatar. Otoritas negara tuan rumah dan FIFA akan terus memastikan bahwa stadion dan area sekitarnya memberikan pengalaman yang terhormat dan menyenangkan bagi semua penggemar."

"Penyelenggara turnamen menghargai pengertian AB InBev dan dukungan terus menerus terhadap komitmen bersama kami untuk melayani semua orang selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022." Demikian pernyataan FIFA.

Sementara itu laporan dari Sky Sports menyebut bahwa perubahan aturan secara mendadak ini tak lepas dari pengaruh keluarga kerajaan Al Thani.

 

Sebuah Kesalahan Menunjuk Qatar

FIFA resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Selasa (3/9/2019). (AFP).
FIFA resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022 di Doha, Qatar, Selasa (3/9/2019). (AFP).

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, sempat angkat bicara terkait keputusan menunjuk Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Ia mengatakan keputusan itu adalah sebuah kesalahan.

"Memilih Qatar adalah sebuah kesalahan. Pada saat itu, kami benar-benar setuju di komite eksekutif bahwa Rusia harus mendapatkan Piala Dunia 2018 dan AS pada 2022," serunya seperti dilansir Sportbible belum lama ini.

"Itu akan menjadi isyarat perdamaian jika dua lawan politik lama menjadi tuan rumah Piala Dunia satu demi satu. Ini negara yang terlalu kecil. Sepak bola dan Piala Dunia terlalu besar untuk itu," tutur Blatter.

Sumber: Daily Star/Reuters/FIFA/Sky Sports/Sportbible

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya, published 19/11/2022)

Eksklusif Piala Dunia 2022

Nikmati sajian liputan eksklusif Piala Dunia 2022 Bola.com langsung dari Qatar. Yuk merapat, klik tautan ini.

EMTEK Group sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2022 Qatar menayangkan seluruh pertandingan mulai penyisihan hingga final di berbagai flatform. Sobat Bola.com bisa menyaksikan aksi bintang-bintang dunia di SCTV, Indosiar, Vidio, Moji TV, Champion TV, Mentari TV, dan Nex Parabola. Detail jadwal lengkap siaran langsung dan live streaming klik tautan ini. Jangan sampai terlewat!

Jangan sampai terlewat update klasemen dan hasil pertandingan Piala Dunia 2022. Info detailnya klik tautan ini.