Mau Pakai SUV 4X4 untuk Harian, Kenali Kelebihan dan Kekurangannya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki mobil SUV dengan penggerak 4X4 memang menjadi impian bagi beberapa pencinta otomotif. Namun, di balik ketangguhannya dalam melibas medan off road, ada efek negatif yang ditimbulkan jika mobil tersebut sering digunakan untuk penggunaan harian.

Terlebih, ketika mobil tersebut digunakan untuk mobilitas harian yang bermedankan aspal halus. Tentunya, ini akan memberikan efek negatif pada sistem penggerak 4X4 yang sudah disematkan pada SUV tersebut.

Menurut Julian Johan, salah satu off roader Tanah Air, ia menjelaskan efek negatif dari penggunaan 4X4 untuk mobilitas harian di kota-kota besar. Dalam wawancaranya kepada Liputan6, off roader yang akrab disapa Jeje ini menjabarkan mengenai hal tersebut.

"Di aspal itu tidak membutuhkan penggerak 4x4, jadi menggunakan penggerak 4x2 aja udah cukup," buka Jeje, dalam wawancaranya.

Saat penggunaan harian, ia lebih menyarankan untuk tidak menggunakan penggerak 4X4. Pemilik mobil SUV tersebut diharapkan dapat menggunakan penggerak 4X2 saja untuk kebutuhan harian.

"Kalau kita pakai penggerak 4X4, yang ada dia malah enggak akan berputar sesuai dengan semestinya. Karena putaran roda 4X4 dikhususkan untuk medan yang minim traksi. Seperti di tanah dan pasir, atau di medan off road," jelasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mobil SUV 4X4 Memang Cenderung Lebih Boros

Improvement dilakukan PT Toyota-Astra Motor (TAM) pada penampilan New Fortuner TRD Sportivo agar lebih gagah
Improvement dilakukan PT Toyota-Astra Motor (TAM) pada penampilan New Fortuner TRD Sportivo agar lebih gagah

Di samping itu, selain akan berpengaruh pada sistem kinerja penggerak 4X4, dampak lain yang juga akan dirasakan adalah mengenai efisiensi penggunaan bahan bakar.

Dalam hal ini, mobil dengan penggerak 4X4 akan lebih boros sedikit ketimbang mobil dengan penggerak 4X2.

"Kalau 4X4 kita pakai di aspal, maka akan merusak bagian 4X4-nya karena putarannya tidak sesuai dengan kebutuhan di aspal. Kalau kekurangannya, kita pakai 4X4, sebenarnya lebih ke boros aja. Karena dia putaran rolling resistance lebih berat dan lebih banyak bagian di kaki-kaki yang harus digerakkan ketimbang mobil 4X2," beber Jeje.

Sementara itu, dari sisi perawatan untuk mobil berpenggerak 4X4 juga lebih berat. Hal ini dikarenakan ada beberapa komponen lain yang harus dicek saat melakukan pengecekan secara berkala.

"Kalau buat perawatan, karena ada transfer case dan gardan depan, jadi perawatannya lebih banyak. Ya kaya misalnya, partsnya, as roda dan penggantian oli juga lebih banyak. Tapi kalau dipakai harian, hanya beda konsumsi BBM dan harganya pasti lebih mahal kalau fitur 4x4 tidak dipakai," tandasnya.

Infografis Sektor-Sektor Dilonggarkan Saat Level PPKM 3 dan 4

Infografis Sektor-Sektor Dilonggarkan Saat Level PPKM 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Sektor-Sektor Dilonggarkan Saat Level PPKM 3 dan 4. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel